Timur yang Ke Barat-baratan

buang sampah pada tempatnya atuhPada hari ketiga hari raya kami amat-amati beberapa orang karib-kerabat dengan bangganya meupload foto-foto mereka di tempat pelancongan, terutama tempat-tempat pelancongan yang ada di Kota Bukit Tinggi dan sekitarnya. Sempit terbesit rasa iri karena kami tiada dapat demikian dengan keluarga kami, kami mesti bekerja, isteri ada di Padang, adik perempuan kami sudah mulai pula membuka kedainya, dan lain sebagainya.

Namun perasaan iri itu dengan cepat berganti dengan perasaan iba, kasihan, dan sedih. Sungguh kami tiada habis fikir, ada apa dengan diri orang sekarang? Kalau kami di posisi mereka, maka pastilah kami akan malu. Di hari raya ini mereka habiskan untuk melancong bukannya bersilaturahmi. Apalagi cuti hari raya tahun ini singkat, payah mengatur waktu antara bersilaturahmi dengan karib, kerabat, dan keluarga dengan acara pertemuan ataupun halal-bihalal dengan orang kampung serta perantau.

Apa bedanya cuti hari raya dengan cuti bersama lainnya?

Kata mamak kami telah terjadi pergesaran nilai pada masyarakat kami. Ya.. masyarakat kami semakin matrealis. Harta dan tahta menjadi standar nilai pada zaman sekarang.

Masyarakat kami sedang sakit, namun tak banyak yang tahu dan menyadari. Sebagian orang meanggap hal ini sebagai suatu kelaziman. Tak ada yang menyadari, yang hendak berobah, dan mengakui. Kalau tiada cepat ditanggulangi maka akan semakin parah dan semakin lama perasaan kekeluargaan ini akan hilang musnah tanpa bekas.

Disaat masyarakat Barat mencari jati diri mereka ke kearifan Timur, kita di Timur ramai-ramai meninggalkan harta karun kita dan menconth Barat yang gersang..

*http://pasukanoranges.blogspot.com/2013/01/kenapa-kita-harus-membuang-sampah-pada.html

Advertisements

4 thoughts on “Timur yang Ke Barat-baratan

  1. Assalamualaykum, Wr Wb senang membaca tulisan tulisan blog ini. Ternyata sama ya yang kita rasakan. Memang betul pergeseran nilai sangat mempengaruhi bahkan ke dalam lingkungan keluarga. Aku sakit sepanjang liburan lebaran, ngga bisa kemana mana tapi adik adikku memilih untuk tidak menengok tapi pergi melancong dengan keluarga masing masing. Hiks. Untung masih ada suami setia yang mengurusku. Alhamdulillah sekarang sudah membaik tapi masa liburan sudah habis dan sudah harus mulai lagi giat bekerja :).

    Minal Aidin Walfaidzin
    Mohon Maaf Lahir Bathin
    Semoga Allah memberi kesehatan hingga bisa menikmati bulan suci Ramadhan tahun depan. Aamiin YRA.

    Liked by 1 person

    1. Alhamdulillah rangkayo, rupanya kami punya kawan nan sefaham. Benar rangkayo, sedih rasanya. Kami saja yang tiada mendapat cuti bersama sudah sesedih ini rasanya.
      Semoga Allah Ta’ala membukakan memberikan hidayah kepada saudara-saudara kita rangkayo. Dan semoga rangkayo diberi kesabaran dan ketabahan, Amin..

      Sama-sama rangkayo, Minal Aidin Walfaidzin – Mohon Maaf Lahir & Bathin..

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s