Karena Hutang Budi

Ilustrasi Gambar: Internet*
Ilustrasi Gambar: Internet*

“Kena tegur awak rupanya oleh Allah..” seru St. Malenggang dalam hati. Baru kemarin dia mencemooh Bagindo Intan dikarenakan hutang budi ia mempertahankan pambayan[1] yang berbuat salah. Kini giliran ia berkelakuan serupa, lebih tepatnya baru tersadar dari sikapnya yang demikian.

Beberapa hari nan lalu ia kena panggil ke tengah balai guna dimintai keterangan perihal kawan karibnya Marah Sutan. Di hadapan para datuk ia berdusta, mencoba menyelamatkan kawannya tersebut walau dia tahu perbuatan kawannya salah. Itu semua dilakukannya karena hutang budi, ya.. hutang emas dapat dibayar namun hutang budi dibawa mati. Serupa apapun usaha yang kita upayakan untuk membalasnya, hutang budi itu takkan pernah tuntas dibayar, akan terus mengganjal di hati.

Demikianlah, St. Malenggang terkenang kembali kejadian nan lalu tatkala ia dipanggil ke tengah balai, betapa ia mengupayakan menyelamatkan kawan karibnya. Namun hancur hatinya tatkala mendengar dari Rangkayo Nilam bahwa Marah Sutan kawannya justeru menyalahkan dirinya di hadapan para datuk “Pesan datuk kepada St. Malenggang itu yang tak sampai kepada saya, lain kata datuk lain pula nan disampaikan oleh St.Malenggang..” jawab Marah Sutan.

Kini ia menanti amarah dari para datuk saja lagi..

Ingatannyapun kembali ke beberapa pekan nan silam, tatkala ia mengajari Bagindo Intan perihal sikapnya yang masih saja terus mempertahankan pamabayannya yang sudah jelas-jelas berbuat salah. Ketika itu St. Malenggang sampai berkata “Katakanlah yang haq itu haq dan bathil itu bathil..!” katanya ketika itu. Sudah serupa buya yang mengaji di surau pula ia ketika itu..

Dengan cepat Allah Ta’ala memberi ingat kepada dirinya, entah apa maksudnya namun setidaknya hal ini menjadikan pelajaran kepada dirinya. Tiada kawan yang benar-benar dapat diandalkan, dipercaya, dan diperlakukan layaknya saudara. Kata orang sekarang St. Malenggang telah dengan sukses di pecundangi..

* http://www.slideshare.net/guest76146e/pantun-budi

[1] Suami dari saudara perempuan isteri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s