Parodi di Tengah Simpang

DSCF1485Hari Sabtu di akhir bulan Mei ini, kampung kami ramai oleh sekalian orang datang, “Hendak melihat artis pulang kampung..” demikian alasan mereka. Maka ramailah simpang yang berada di hadapan rumah kami, namun yang meramaikan sebagian besar ialah anak-anak sekolah saja.

Ada beberapa perkara yang menarik perhatian kami; Pertama, tidak semua orang kampung kami hanyut pada euforia artis pulang kampung pada pekan ini. Sebab keramaian di simpang di hadapan rumah kami tidak seratus persen diramaikan oleh orang kampung kami.

DSCF1501Kedua, bukti propaganda yang dilakukan terus-menerus melalui kotak ajaib yang ada di rumah setiap orang terbukti berjaya. Yakni dengan mencontoh berbagai aksi pulang kampung artis sebelum ini yang ramai dikerumini manusia.

Ketiga, orang kampung kami rupanya masih ada yang tiada pandai menahan diri, bijak, dan menjaga marwah diri, keluarga, dan kampung. Tatkala si artis mulai datang, ramai orang berteriak, awalnya hanya anak-anak sekolah – terutama yang perempuan – namun kemdian para orang dewasapun berkelakuan demikian. Contoh nyatanya ialah etek, bapak, dan saudara perempuan kami yang berdiri disamping kami. Hingga akhirnya si artis dan Nyiak Bupati melambaikan tangan ke arah tempat kami berdiri. Adik lelaki dan adik perempuan kami segera menyembunyikan diri “Apalah etek dan uni ini hah.. buat malu awak saja..” kata mereka “Esok tiada dibawa lagi naik ke atas.. ” tambah kami. Kami menengoknya dari lantai atas kedai adik perempuan kami.

DSCF1533Keempat, Lebay atau em-pe-o[1] atau belagak atau sok aksi rupanya sudah menjadi tabia’at dasar manusia, termasuk orang kampung kami. Hendaknya kita pandai-pandai menjaga dan mengendalikan diri. Contoh nyata pada tengah hari ini ialah Kepala Jorong Kami yang Sok Sibuk. Sudahlah tak memakai kopiah – padahal dia seorang datuk – tak pula memakai kemeja dan celana dasar melainkan memakai celana levis, baju kaos berkrah, dan sombong memamerkan kepala sulahnya kepada orang banyak.

DSCF1472Kelima, tampaknya orang kampung kami sudah begitu besarnya keinginan mereka untuk masuk tipi, oleh karena itu kalau ada orang kampug kami nan beruang banyak membaca tulisan kami ini, hendaknya mengusahakan untuk mendirikan sebuah Stasiun Tipi di kampung kita.

Simpang di Hadapan Rumah Kami

DSCF1471

[1] MPO, Menarik Perhatian Orang

Advertisements

2 thoughts on “Parodi di Tengah Simpang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s