Anjing Pemalas nan Manja

Ilustrasi Gambar: Internet*
Ilustrasi Gambar: Internet*

Tersebutlah pada suatu rimba hiduplah sekelompok binatang yang sebagian besar ialah kawanan serigala. Kelompok ini dipimpin oleh seekor serigala tua. Namun demikian dalam kelompok ini juga ada binatang lain seperti seekor kelinci putih, ayam betina, kucing hitam betina, seekor musang tua, beberapa ekor anjing dan binatang lainnya. Seluruh binatang yang bukan serigala datang ke hutan ini karena berbagai macam perkara dan mereka diterima oleh serigala tua sebagai kawan dan berada di bawah perlindungannya.

Tersebutlah seekor kelinci putih, gemuk badannya, serta lincah gerakannya. Hubungannya dengan serigala tua sangatlah dekat sekali, hal ini karena serigala tua pernah berhutang budi pada sang kelinci. Pada suatu ketika serigala tua terluka karena terkena jebakan pemburu, kelinci putih yang sedang lalu melihat serigala tua yang tengah kesakitan merasa kasihan dan menolong serigala tua tanpa berfikir bahwa serigala ialah binatang pemburu pemakan bangkai dan kelincin ialah salah satu makanan serigala.

Cukup lama kelinci merawat serigala tua yang disembunyikan pada salah satu rumpun, setelah sembuh serigala tuapun bertanya kepada kelincin “Kenapa engkau selamatkan awak, dapat saja engkau awak makan suatu masa kelak?”

Jawaban si kelincilah yang rupanya menerbitkan segan serigala tua “Hidup dan mati awak ini ialah kepunyaan Allah Ta’ala semata engku serigala. Apabila Allah berkehendak saat ini jua awak mati, menjadi santapan engku maka matilah awak. Namun apabila tiada, maka tiada daya pada makhluk apapun untuk mengingkarinya..”

Serigala tua melihat ada kebajikan pada diri si kelinci putih, maka ditanyalah darimana asalnya. Rupanya si kelinci sebatang kara, dia telah keluar dari kelompoknya karena berselisih faham dengan salah seorang ketua. Maka dibawalah oleh serigala tua si kelinci ke dalam kelompoknya, dititipkan si kelinci untuk membantu-bantu pekerjaan seekor serigala tua berbulu kuning yang menjadi salah seekor serigala kepercayaannya.

Cukup lama seluruh binatang yang berlainan jenis dalam kelompok ini hidup rukun, memang sesekali terjadi perselisihan akibat sifat kebinatangan dari mereka ini namun dapat jua diselesaikan. tersebutlah seekor anjing belang, anjing ini dahulunya merupakan anjing peliharaan di perkampungan dekat hutan. Namun karena suka memakan ayam peliharaan induk semangnya dan ayam-ayam milik orang kampung, si anjing dibuang oleh pemiliknya dan berakhir dalam kelompok serigala tua. Karena kasihan, sebab badannya penuh luka-luka karena diburu oleh orang kampung.

Layaknya anjing peliharaan, anjing belang ini suka menyalak namun begitu dekat dengan lawan ia menjadi pendiam, ekornya disembunyikan dibawah karampangnya[1]. Dalam kelompok, ia suka bermanis mulut dengan para serigala namun sebaliknya dengan binatang lainnya yang dianggapnya rendah derajatnya – karena bukan pemakan daging – ia suka mengancam, menyalak, atau mengeram. Si kelinci putih salah seekor binatang yang diincarnya untuk disakiti, tidak hanya itu hendak dimakan si kelinci. Tergoda ia melihat si kelinci yang tiap hari bertambah gemuk saja, ia beranggapan bahwa seluruh binatang bukan pemakan daging yang ada di kelompok ini ialah makanan yang disediakan untuk mereka para pemakan bangkai. Makanan yang dapat disantap bila mereka suka..

Pada suatu hari, datang kekelompok mereka seekor  anjing hitam ke dalam kelompok mereka. Sama dengan anjing belang, ia juga anjing peliharaan dahulunya, terusir dari rumah majikan karena sebab yang sama dengan anjing belang. Namun anjing hitam lebih beruntung karena ia tidak luka-luka kena buru oleh orang kampung. Lebih cerdik ia, begitu ketahuan ia langsung lari sambil membawa bangkai ayam yang masih berada dalam gigitannya.

Menurut salah ekor burung anggota kelompok mereka, anjing hitam ialah anjing pemalas, lebih suka tidur, makan, kawin, dan mengganggu binatang lain. Tiada pandai menyalak, apabila ada orang datang ke rumah induk semangnya, ia diam saja, jangankan menyalak, menengokpun tidak. Pada suatu ketika datang sekelompok pencuri ke rumah induk semangnya. Si anjing diam saja, ditengoknya saja para pencuri membawa sekalian harta benda milik induk semangnya. Dasar anjing tiada berguna..

Begitu tiba dalam kelompok, si anjing yang sok penting dan sok akrab berkata kepada serigala tua “Engku ketua, banyak makanan disini agaknya, kelinci putih itu bolehkah awak makan. Lapar perut ini engku..!!”

Si serigala tua marah “Kelinci putih itu ialah kawan dalam kelompok ini, demikian pula binatang-binatang lainnya. Jangan sekali-kali engkau coba menjadikan mereka makanan. Selama ini kita hanya memakan bangkai binatang yang mati atau tidak memakan lawan kita yang berhasil kita kalahkan dalam suatu perlawanan..”

Si anjing hitam diam namun kesal bukan main “Bengak engku ketua!! Makanan sebanyak ini malaha dijadikan kawan..” dan rupanya tidak hanya dia yang berfikir demikian, rekannya sesama anjing yakni anjing belang juga berpendapat demikian. Dengan segera kedua anjing ini menjadi dekat, kemana-mana berdua mereka ini. Dan akhir-akhir ini mereka sering berbicara sembunyi-sembunyi sambil berbisik-bisik.

Dari ayam betina anggota kelompok mendapat kabar bahwa kedua ekor anjing itu sedang menyusun siasat hendak memakan beberapa ekor binatang bukan pemakan daging. Sekarang mereka sedang mencari jalan untuk melawan si serigala tua. Dalam pandangan kedua anjing ini, mereka para binatang pemakan bangkai lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dari binatang pemakan tumbuhan. Oleh karena itu nasib binatang pemakan tumbuhan ialah berada dalam perut binatang pemakan bangkai. Yang menjadi incaran mereka ialah kelinci putih yang bertambah gemuk tiap hari, ayam betina yang suka berkotek tengah hari, kucing hitam yang cerewet, musang kelabu berwajah keruh.

Serigala kuning berujar kesal tatkala mengetahui rencana busuk yang sedang disusun oleh Duo Anjing itu “Anjing bukanlah makhluk pemakan bangkai tertinggi dari para makhluk pemakan bangkai. Memang dengan kami para serigala mereka merupakan keluarga jauh namun dibandingkan kami, mereka bukanlah apa-apanya. Apalagi mereka berdua anjing peliharaan, anjing manja. Masih ada singa, harimau, beruang, elang, dan beberapa ekor binatang pemakan bangkai lainnya. Namun kami tiada pernah menyombongkan diri. Alam ini ada hukumnya dan kehidupan ini ada aturannya. Tampaknya itu yang tiada mereka ketahui, karena dibesarkan di rumah manusia mereka jadi tiada tahu dengan untung, serupa katak, mereka berada di bawah tempurung..”

Para binatang terdiam, heran mereka melihat kedua ekor anjing ini. Terutama si anjing hitam yang masih baru dalam kelompok mereka, tiada tahu dengan untung. Niat sebenar mereka telah faham sekalian binatang yakni karena kedua anjing ini pemalas dan tiada pandai berburu, bisanya ialah menyantap makanan yang telah disediakan di depan hidung mereka. Begitu melihat makanan bergerak bebas di depan mata mereka tanpa dapat dimakan, maka mereka kesal.

Demikianlah, tidak hanya manusia, binatangpun ada jua yang tahu senang saja. Namun wajar karena mereka binatang, bagaimana dengan manusia???

*https://suturistkuclukistis.wordpress.com/2011/05/06/serigala-tua/

[1] Selangkang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s