Dua Rupa, Dua Sikap

Ilustrasi Gambar: Internet*
Ilustrasi Gambar: Internet*

Tengah hari ini tatkala sedang duduk-duduk di atas oto[1] kami bersama Saidi Palindih dan Sutan Malenggang, kami bertiga bercakap-cakap. Percakapan kami mengenai berbagai macam hal, dari yang serius sampai nan bergarah[2], ada pula berbagi pengalaman. Hari ini Sutan Malenggang membagikan kisah dirinya kepada kami.

Semalam bundanya menyinyir perihal salah seorang mamaknya, mamaknya nan seorang ini keras kepala yang tiada suka mendengarkan pendapat orang lain. Bundanya sendiri sudah pening dibuatnya menghadapi dunsanak lelakinya ini. Mamaknya ini rupanya tiada suka dengan salah seorang isteri mamaknya karena isterinya ini tak punya raso jo pareso, tiada pandai bergaul dengan dunsanak, dan perlakuannya kepada suaminya tiada pula baik.

Perkara bermula tatkala bundanya memutuskan hendak pergi ke rumah isteri mamaknya ini, mereka bercucu baru. Maka bundapun mengabari hal tersebut kepada mamaknya nan keras kepala ini, seketika bundanya mendapat jawapan “Saya tiada suka kepada dirinya, tak beradat, dunsanak kita disia-siakannya..” jawap mamaknya.

Bundanya diam saja, dan akhirnya memutuskan untuk tetap pergi walau tak disertai saudara lelakinya tersebut. Namun akhirnya pergi jua mamaknya itu karena berubah fikiran di tengah jalan setelah dihubungi kembali oleh salah seorang eteknya.

Sesampai di rumah isteri mamaknya tersebut, terperangahlah bunda Sutan Malenggang. Betapakan tidak, saudara lelakinya yang keras kepala ini malah asyik bergurau dengan adik iparnya. Kesal bundanya “Katanya tiada suka, tapi malah asyik bergerah-gerah[3] dengan perempuan itu..” kisah bundanya.

Kami hanya tersenyum mendengar kisah tersebut, terkenang dengan keadaan kami. Namun kami masih ragu dan bertanyalah kami kepada Sutan Malenggang “Kerja dimankah mamak engku dahulunya?”

“Pensiunan salah satu BUMN engku..” jawab Malenggang.

“Patutlah, perangai orang kantor dimana-mana sama saja..” sabut Saidi Palindih

Sutan Malenggang tersenyum dan segera menjawab “Munafik ya engku..”

“Dimana-mana sama saja..” sambut kami.

*http://imgarcade.com/1/cartoon-two-face/

[1] mobil

[2] bergurau

[3] bergurau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s