Kepada Allah jua tempat mengadu

Ilustrasi Gambar: Internet*
Ilustrasi Gambar: Internet*

“Mengadulah kepada Allah, perbanyak berzikir, dan serahkan segala urusan engku pada Nya..” nasehat Sidi Leman kepada Pakiah.

Si Pakiah tidak pula dengan sengaja berkeluh-kesah[1] kepada Sidi Leman, semua ini bermula tatkala Sidi Leman berkisah perihal isterinya yang akan berhenti bekerja karena honor isterinya tak diberikan “Alasan orang kantornya karena uang itu untuk kepentingan kegiatan bukan untuk honor..”. Dan perkara ini tidak terjadi hanya sekali saja, melainkan berkali-kali sehingga membuat kesal Rangkayo Rosmaniar, isteri Sidi Leman.

“Dia tak pula suka basiharak[2] di kantornya, lebih banyak diam pula. Namun tampaknya kesabaran itu yang telah habis..” kisah Sidi Leman.

Memang akhir-akhir ini Rangkayo Rosmaniar sering terlihat di rumah, isteri si Pakiah sendiri yang memberikan laporan “Biasa sering pergi pagi dan pulang malam, bahkan hari Ahad terpakai jua untuk bekerja. Sekarang lebih banyak di rumah rangkayo itu..” lapor isteri Si Pakiah.

Maka pada suatu malam tatkala mencari angin di luar rumah karena suhu di dalam rumah cukup panas maka bersualah Si Pakiah dengan Sidi Leman yang juga hendak mencari-cari angin. Kebetulan mereka berjiran dan kebetulan pula malam itu udara sejuk di luar rumah, maka semakin asyiklah mereka bercakap-cakap.

Sidi Lemanpun berkisah pula perihal pengalamanannya dalam bekerja, telah beberapa kali pindah kantor karena selalu bertikai dengan kawan ataupun induk semang se-kantor. Berkisah Sidi Leman perihal betapa keras ia menentang kebijakan pimpinan atau hasil kerjanya yang tidak ditindak lanjuti karena ada permainan di tingkat atas. Dikira tiada akan menjabat ia namun masih jua ia tetap menjabat. Dan semua itu – menurut Sidi Leman – berkat ia mengamalkan berbagai macam zikir dan do’a.

“Tak perlu kita risau dengan perangai manusia, tak usah ditentang karena akan menyusahkan batin kita. Buat mereka ragu dan enggan tatkala berhadapan dengan kita, caranya ialah dengan mengadu kepada Allah Azza Wajala..” petuah Sidi Leman.

Memang kalau difikir-fikir oleh Si Pakiah, ini semua karena ia tiada memiliki kerelaan hati atas segala permasalahan yang dihadapinya. Terlalu memperturutkan perasaan sehingga hati menjadi sakit dan dendam kusumat menjadi bersemayam di dalam dada. Akhirnya syetan jua yang menang karena hati menjadi tak tenang karena dirusak oleh dendam kusumat. Semestinya ia dapat merelakan semua yang terjadi dan menyerahkan semuanya kepada Rabb pemilik kehidupan ini. Hak yang telah diambil akan mendatangkan kesengsaraan pada yang mengambil, telah banyak buktinya.

*http://tengnix.blogspot.com/2015/02/waktu-keadaan-dan-tempat-dimana-berdoa.html

[1] Curhat

[2] Bertengkar yang menyebabkan kegaduhan di lingkungan sekeliling.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s