Si Engku Penyiar Radio

Ilustrasi Gambar: Internet*
Ilustrasi Gambar: Internet*

Pada suatu ketika tatkala kantor kami mengadakan suatu acara di stasiun radio milik pemerintah di kota kami, kami bersua dengan salah seorang pembawa acara pada malam itu ialah salah seorang penyiar pada radio tersebut. Tatkala kami berkenalan, si engku memperkenalkan dirinya kami terkejut karena nama ini kami kenal. Walau termasuk jarak atau mungkin sekali-kali mendengar radio namun tatkala mendengarkan siaran radio pemerintah bilangan bulan nan lalu kami pernah seorang penyiar menyebutkan namanya. Ya.. dan engku itu ialah orang yang saat ini berada di hadapan kami.

Namun bukan itu yang hendak kami kisahkan, dahulu tatkala hape masih barang mewah, kepingan CDpun masih merupakan sesuatu yang “wah” sekali sehingga tidak sembarang orang dapat mendapatkannya. Pada setiap radio selalu ada sebuah program acara dimana seseorang dapat meminta sebuah lagu untuk diputar serta disebutkan untuk siapa lagu itu ditujukan. Salah satu stasiun radio yang sangat digemari oleh kalangan remaja ketika itu ialah salah satu radio berfrekuensi AM yang berkantor di kawasan Inkorba.[1]

Pada radio swasta tersebut, terdapat seorang penyiar yang membawakan acara tersebut, seorang penyiar yang suaranya kami kenal karena hampir setiap hari kami mendengarkan program acara tersebut. Bahkan ikut-ikut pula memesan sebuah lagu untuk diputar dengan tujuan pengiriman ialah “Untuk semua yang mendengarkan pada petang  hari ini..”. Pada hal kebanyakan orang mengirimkannya untuk kekasih hati mereka. Suatu pertanda bahwa kami tiada memiliki pacar.

Suara penyiar yang serak-serak basah serta agak kemanja-manjaan itulah yang kami dengarkan pada radio pemerintah bilangan bulan nan lalu. Fahamlah kami, berarti si engku telah diterima bekerja di sana karena radio AM tempatnya dahulu bekerja sudah lama tak terdengar lagi  kabarnya. Entah karena kami sudah sesekali saja mendengarkan radio pada masa sekarang. Dan si engku itu pulalah kiranya yang bersua dengan kami pada malam itu, si engku yang suaranya hanya kami dengarkan pada radio buruk kami sambil penasaran “Serupa apakah roman[2] orang ini?” sekarang terjawab sudah.

Namun ada sesuatu yang membuat kami menjadi heran, kalau kami tengok pada penampilan mereka, umur si engku mungkin berselang beberapa tahun saja di atas kami, sekitar tiga puluhan. Namun dahulu kami menjadi pendengar setia acara radio AM tersebut masih duduk di sekitar kelas dua Tsanawiyah[3]. Menurut perasaan kami ketika itu si engku pastilah seorang lelaki dewasa yang mungkin telah menikah, rupanya karena hanya perasaan maka sangkaan kami tersebut salah. Penasaran kami, semenjak umur berapakah si engku ini menjadi penyiar?

Namun satu hal yang pasti, suara si engku ini awet tiada berubah. Ternyata tidak hanya wajah yang awet namun suara jua awet.

*http://www.kaskus.co.id/thread/5398fd3c8e07e7ce7b8b45ad/fakta-unik-penyiar-radio-quotsosok-di-belakang-micquot/1

[1] Salah satu kawasan di Kota Bukit Tinggi

[2] Wajah

[3] Setingkat SMP/ SLTP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s