Diplomat Salah Kantor

Ilustrasi Gambar: Internet*
Ilustrasi Gambar: Internet*

Kata orang diplomat itu sebaiknya orang Minangkabau karena mereka pandai dalam perkara berunding, dalam hal ini Haji Agussalim yang digelari oleh orang dengan gelar The Great Old Man adalah contoh ideal bagi orang Minangkabau tersebut.

Ada yang berujar “Dahulu posisi diplomat dan di Departemen Luar Negeri selalu diisi oleh orang Minangkabau..”

Ya.. pada masa dahulu kala, kata orang masa sekarang masih ada, namun kami tiada tahu apakah masih serupa dahulu atau tidak.

Kepandaian berunding ini agaknya didapatkan semasa bergaul di kampung. Dalam setiap acara baralek atau kenduri adalah masanya bagi para anak muda Minangkabau melatih kepandaian berunding mereka, pasambahan bahasa kami di Minangkabau.

Ya, kepandaian yang didapat dari lingkungan pergaulan.

Namun ada jua kepandaian yang didapat tidak melalui lingkungan pergaulan melainkan didapat dari gen yang diturunkan oleh kedua orang tuanya, atau dapat juga kepandaian atau lebih baik kita sebut saja sifat tersebut datang dari beberapa generasi sebelumnya. Jadi kesimpulannya orang tua dan kakek-neneknya hanyalah carrier alias pembawa sifat genetik.

Orang kampung kami menggelari sifat demikian dengan gelar galia atau beberapa orang menggelari dengan gelar ciluah, kalau orang kampung sebelah kami menggelari dengan gelar cadiak buruak, kalau kampung sebelah dari kampung sebelah kami nan lain menggelari dengan gelar culas, atau kawan-kawan semasa kuliah di Padang dahulu menggelari dengan gelar Kuciang Aia,[1] kalau orang di seberang pulau sana memberi gelar licik, serta berbagai gelar lain yang diberikan oleh masyarakat penganut kebudayaan yang berbeda. Penamaan berbeda namun intinya masih sama yakni The Lucky Bastard.

Kenapa kami katakan demikian? karena nasib mereka selalu beruntung walau pekerjaan mereka sehari-harinya ialah menzhalimi orang lain. Tiada pernah tersandung, selalu mendapat untung, dan selalu mujur nasib mereka.

Orang ini ada di sekitar engku serta rangkayo sekalian, suka bermuka dua, manis mulut, pandai berkilah dan bersilat lidah, tiada pernah hendak kalah dan mengalah, selalu merasa benar dan orang lain salah, memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri, dan lain sebagainya namun intinya masih sama, berusaha menguntungkan dan menyelamatkan diri sendiri.

“O.. tiada mesti begitu, ada jua kepandaian ini yang didapatnya dari lingkungan pergaulan engku..” kata engku kepada kami.

“Benar engku agaknya, orang-orang yang salah dalam bergaul..” jawab kami.

Adakah engku dan rangkayo bersua? Kami ada, pernah, sering malah..

Malangnya nasib kami..

Kalau engku dan rangkayo sekalian, gerangan apakah yang akan diperbuat kepada orang dengan Kelainan jenis ini?

*http://jakatriyana.blogdetik.com/index.php/2012/01/08/cara-resign-yang-elegan-6/

1. Berang-berang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s