Terkenang akan Mak Itam

1Kereta Api atau orang Minangkabau mengenalnya dengan sebutan Mak Itam memang telah tamat riwayatnya di Darek[1] walau semenjak bertahun-tahun nan lalu jalur kereta api jurusan Padang-Pariaman telah lama dihidupkan dan jalur Kereta Api Wisata dari Padang Panjang ke Sawah Lunto juga berjalan setiap akhir pekan namun hal tersebut belum mengobati kerinduan orang Minangkabau akan Mak Itam.

Tahukah engku kenapa bernama Mak Itam? Karena pada masa dahulu lokomotif kereta api bewarna hitam sehingga digelarilah dengan gelar Mak Itam. Mak Itam berjalan dari Padang – Padang Panjang – Bukit Tinggi – Payakumbuh selain itu juga ada dua jurusan lain yakni ke Pariaman dan jurusan ketiga ialah Solok dan kemudian ke Sawah Lunto.

Tebing yang telah ditembusi orang sebagai jalan lalu
Tebing yang telah ditembusi orang sebagai jalan lalu

Sungguh beruntung nasib orang tua kami karena mereka pernah mengalami bagaimana rasanya naik Mak Itam itu. Berbagai jalur kereta api masih tetap ada hingga kini. Ada yang tampak dengan pandangan mata ada yang telah tertimbun, ada yang telah dibangun orang rumah di dalamnya, serta ada jua yang telah diputus oleh orang. Beragam macam nasib rel kereta api di Ranah Darek.

Seperti yang kami dapati tatkala lalu pada salah satu kawasan di jalan yang menghubungkan Kota Bukit Tinggi dan Kota Padang, kami dapati jalan kereta api (rel) yang berada di atas tebing telah terbengkalai karena lama ditinggalkan. Keadaan yang lebih parah lagi dapat kita saksikan di sepanjang jalan dari Bukit Tinggi hingga ke Padang Panjang. Ada rel yang telah ditumbuhi semak, ada yang telah dibuat oleh orang kedai/lepau, atau rumah di atasnya, ada yang telah digali tebingnya sebagai jalan tempat lalu, bahkan ada jua yang telah diputus relnya.

2Sungguh merana memang nasib dunia perkereta-apian di propinsi ini. Banyak yang merindukan kembalinya Mak Itam merajahi negeri ini. Selain itu dengan adanya kereta api, kemacetan pada hari libur dapat dielakkan, terutama pada saat menjelang dan selepas Hari Raya Idul Fitri. Keamanan dan kenyamananpun lebih terjamin.

Namun hal tersebut hanya tinggal angan-angan saja, hingga kini belum ada gejala yang tampak. Memang pernah ada rencana hendak menghidupkan kembali kereta api di negeri ini, namun kami belum menampak ada gejala ke arah itu di ranah Darek ini.

1. Daerah asal orang Minangkabau terbagi atas tiga yakni Luhak Tanah Data, Luhak Agam, dan Luhak Limo Puluah Koto. Pada saat sekarang, sebagian besar wilayah ketiga Luhak tersebut sering disamakan dengan kabupaten yang bernama sama namun sesungguhnya berlainan. Beberapa wilayah ada yang tidak masuk dan ada wilayah yang tidak semestinya menjadi bagian dari kabupaten tersebut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s