Mengurus surat di hari Sabtu

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Pada suatu hari di hari Sabtu  nan cerah di Kota Padang, kami pergi menuju ke salah satu kantor milik pemerintah guna membayar pajak oto [1] mamak kami. Beliau memintakan tolong untuk membayarkan, mamak kami ada di Jogja menyilau anak gadisnya, sedangkan otoonya ada di Pakan Baru di tempat anak perempuannya yang lain. Kesal minta ampun hari libur kami kena gaduh, cuma dua hari dua malam dalam sepekan bersua kembali dengan isteri.

Kantor ini terletak pada kawasan Gedung Olah Raga yang rupanya menjadi kantor bagi beberapa instansi pemerintahan. Kawasan ini terletak di tepi sebuah sungai namun kantor yang kami tuju terletak jauh dari tepian sungai tersebut. Kami datang pada pukul delapan kurang setelah bertanya-tanya kepada beberapa orang mengenai lokasi kantor ini, orang masih lengang, parkiran satu-dua terisi, dalam perjalanan dari tempat parkir kami bersua dengan beberapa orang penjual map “Beli map untuk mengurus surat engku..” rayu para pedagang. Kami diam dan berlalu “Siapa tahu mereka hanya bermanis-manis..”

Rupanya tidak, di pintu masuk terdapat sebuah meja yang memiliki kursi di belakangnya, di kursi tersebut duduklah seorang encik (entah gadis atau sudah menikah) yang elok rupanya, tiada memakai jilbab, berambut panjang, berbedak tebal, bergincu merah merona bibirnya, memakai baju kebaya ketat dengan ragi [2] merah-merah entah apa namanya, lengan bajunya hanya sampai siku sehingga kulit tangannya yang kuning terlihat. Kepada si encik inilah kami menuju “Untung bukan lelaki..”

Si encik meletakkan hape androidnya dengan  segan, mengambil berkas-berkas kami, dan tak lama kemudian berujar dengan tiada menatap mata kami “Tolong engku masukkan berkas-berkas ini ke dalam map..” dan segera kami berjalan keluar meninggalkan si encik. Map kami beli dengan harga dua ribu, padahal kalau dijual di kedai dihargai seribu, dan di kedai orang tua kami di kampung dijual seharga lima ratus rupiah. Sudah jarang orang menjual map tersebut dengan harga lima ratus pada masa sekarang.

Kami kembali, memasukkan berkas ke dalam map, dan selepas itu si encik memberikan kami nomor antrian, Nomor.5. Demikianlah pertemuan kami yang singkat dengan si encik bohay yang kemudian sibuk melayani orang-orang yang mengalir datang selepas kami. Tak lama kemudian datang seorang lagi encik yang sama bohay dan ketat pakaiannya, duduk disebelah kawannya.

Lama juga kami menanti, salah seorang engku yang ikut menanti dengan kami mengerutu “Sudah pukul delapan lewat, kenapa belum jua mereka memanggil awak ini..?!” dan kamipun tersenyum menanggapinya. Si engku tiada membalas senyuman kami, entah kesal kepada para petugas atau kepada kami, kenapa pula kepada kami?

Para pegawai disini agaknya memang memiliki seragam berlainan apabila kami bandingkan dengan pegawai di kantor-kantor. Apakah karena hari ini hari Sabtu? Lalu kenapa ada pegawai yang tiada memakai jilbab? bukankah sudah diwajibkan di propinsi ini pada saat sekarang?!

Kami dapati para pegawai perempuan ada yang berjilbab dan ada jua yang tidak, namun rata-rata memakai pakaian ketat yang memperlihatkan bentuk badan dan sepatu hak tinggi yang menambah daya pikat sensual mereka.

Ketika sedang asyik-asyik menanti selepas membayarkan uang yang dikenakan pada kertas yang kami dapati, kami duduk-duduk di bangku yang disediakan di kantor ini. Ketika itu kami sibuk membaca-baca dan terheran-heran dengan jumlah uang yang dibayarkan karena agak berbeda dengan uang setahun nan silam. Mungkin kena denda? tapi tidak demikian agaknya atau apakah telah dinaikkan? entahlah. Ketika itu mata kami tiba-tiba tertuju pada nama yang tercetak pada kertas tersebut, kami kenali nama itu, ya.. kami kenal. Memang belum pernah bersua namun kami yakin kalau nama itu sama dengan nama kawan kami di fesbuk.

Dahulu tatkala mula-mula berfesbuk, kami asal-asalan saja mengundang orang untuk berkawan. Kami memanfaatkan Jaringan Universitas Andalas tempat kami kuliah. Jadi seluruh orang-orang yang menjadikan Unand sebagai jaringan utamanya akan dengan cepat disarankan kepada kami untuk diundang menjadi kawan. Si encik inilah salah seorangnya. Kami memang belum pernah bersua, menyapa ataupun mencolek di fesbukpun tiada pernah, apalagi saling mengirim pesan, hanya untuk menambah daftar kawan-kawan saja. Sebab semakin banyak kawan di fesbuk maka semakain “kerenlah” ia. Demikianlah si encik rupanya telah tamat kuliah dan bekerja di salah satu bank di propinsi ini, dan sekarang mendapat tugas ditempatkan di kantor ini, mungkin perusahaan mereka bekerja sama.

Pukul setengah sepuluh urusan kami usai, berkas-berkas kami dibalikkan namun map kami tak kembali. Tiada mengapa, map tersebut telah kami coret-coret, pasti tak dapat digunakan lagi. Menjelang urusan kami selesai, terdengar pemberitahuan dari salah seorang petugas “Engku, rangkayo, dan encik sekalian bagi yang membawa kendaraan dan agar cepat pengurusannya, silahkan menuju drive thru kami..” beberapa orang kesal karena tiada diberitahukan sedari awal karena mereka telah terlanjur mengurus di kantor. Drive Thru tersebut terletak di hadapan kantor.

Kalau di kota kami, Drive Thru untuk pengurusan surat ini terletak di pusat kota, didekat sebuah rumah sakit pemerintah. Memang cepat karena hanya hitungan detik, mungkin tak sampai dari dua menit, segalanya telah selesai, sedangkan kami masih tetap duduk manis di atas oto. Hal ini karena kantor mereka terletak di luar kota dan jauh dari pusat kota, benar-benar untuk memudahkan orang-orang.

Kami keluar dengan perasaan lega, sudah tertunaikan amanah yang terpaksa diterima ini. Setidaknya kami tahu dimana kantor ini dan bagaimana pula arus pengurusan surat-surat disini.

 

1. Mobil

2. corak

Advertisements

One thought on “Mengurus surat di hari Sabtu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s