Si Engku Sopir nan Murah Hati

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Pada suatu jum’at, seperti biasa kami menumpang sebuah angkot dari dekat kantor kami menuju batas kota tempat kami biasa menanti bus menuju ke Padang. Angkot yang kami naiki masih angkot yang biasa  karena memang hanya ada satu jenis angkot yang mengantarkan orang-orang menuju batas kota dari arah kantor kami.

Ketika masih di seberang jalan kami telah dinanti oleh salah satu angkot “Jambu Aia engku..” teriak engku sopir dari dalam angkot dan kami meangguk. Dinantilah oleh si engku sopir kami sampai menyebarang, kebetulan agak lama karena tiba-tiba ramai kendaraan dari arah berlawanan lalu-lalang sehingga kami mesti biarkan oto-oto itu berlalu.

Si Engku Sopir rupanya masih muda, mungkin selisih beberapa tahun di atas atau di bawah kami umurnya. Otonya terlihat lebih baik keadaannya dari angkot-angkot serupa dengan jurusan yang sama yang pernah kami naiki. Tape di dalam otonya hidup demikian pula pengeras suaranya di dalam otonya. Ketika kami naiki si engku sopir sedang memutar sebuah lagu yang nikmat terdengar di telinga. Di kaca muka mobilnya juga terpasang (ditempel) sebuah tempat untuk menaruh hape. Dan si engku rupanya memiliki sebuah hape android jenis terbaru.

Ketika kami menaiki angkot ini hanya terdapat empat orang penumpang, tepatnya dua pasang penumpang, tiga lelaki dan satu perempuan. Hanya kami berlima saja penumpang angkot ini hingga menuju ke batas kota. Mulanya tiada kami perhatikan keempat penumpang ini, sangkaan kami orang biasa, penduduk setempat atau orang yang sedang ada keperluan. Demikianlah terus hingga kami hampir sampai ke batas kota.

Begitu hampir sampai tiba-tiba entah kenapa mata kami memperhatikan keempat orang ini. Ada yang aneh pada mereka, dua diantaranya rupanya matanya tiada dapat melihat (entah benar-benar buta atau tidak kami tiada tahu) dan pakaian merekapun agak lusuh. Mereka duduk berdua-dua saling berdekatan. Tiada yang bercakap-cakap selama di atas angkot, kami semua diam. Mungkin karena lantunan musik si engku sopir yang nikmat di dengar.

Rupanya kami turun di tempat yang sama, begitu para penumpang ini hendak membayar upah sewa angkot mereka, si engku sopir kemudian berkata “Berapa orang engku..?” tanya si sopir kepada salah satu pasangan yang keduanya lelaki.

“Dua orang engku sopir..” jawab yang dapat melihat.

“Satu orang saja yang dibayar..” seru engku sopir kemudian.

Kami tersenyum kagum dan segera tersadar “O.. benar agaknya, mereka ialah pasangan pengemis. Yang satu ialah yang buta sedangkan yang lain ialah tukang papah..”

“Terima kasih engku sopir..” jawab setiap mereka yang hendak membayar sewa angkot.

Sungguh kagum kami kepada si engku sopir, kalau kami bawakan kepada diri kami, sudah semenjak beberapa tahun ini kami mulai curiga dan kesal tak percaya kepada para pengemis. Soalnya kerap membaca berita perihal keciluahan* para pengemis, lagaknya saja mengemis namun kaya raya. Ada jua beberapa orang yang kami amat-amati, pernah tersua seorang lelaki berbadan besar dengan suara yang suka dikeraskan apabila meminta-minta, serta mata dipicing-picingkan, suka berucap salam dan hamdalah yang dilebih-lebihkan. Kami yakin orang ini ialah seorang penipu, sudah bertahun-tahun orang ini selalu tersua oleh kami di kota ini. Bertambah tak percaya saja kami dibuatnya..

Namun berlainan dengan engku sopir ini, rupanya dia tiada memiliki sangkaan apa-apa. Tetap merasa kasihan dan iba melihat para pengemis yang memang susah dibedakan antara penipu dengan yang bukan. Bukankah agama kita mengajarkan kita untuk selalu bermurah hati kepada para pengemis? dan si engku ini mengamalkan yang satu itu. Padahal penumpang sedang lengang, entah berapa rupiah baru didapat oleh si engku sopir sepagi ini.

Rupanya walau agak suka bergaya, si engku tetap murah hati. Semoga semakin banyak saja orang serupa ini tersua oleh kami dan Semoga Allah Ta’ala melapangkan jalan, mempermudah segala urusan, dan membuka Pintu Rezki untuk Si Engku Sopir ini, amin..

*Ciluah (min), licik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s