Empat Orang Manusia Abadi

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Pada suatu petang disaat-saat terakhir jam kantor, Saidi Palindih, salah seorang kawan kami bertanya “Tahukah engku perihal empat orang manusia abadi?”

Kamipun terheran karena tiada faham dengan maksud kawan kami ini, kami pernah mendengar cerita perihal manusia abadi, namu itu hanya sebatas pengetahuan dalam filem ataupun buku roman yang dikarang oleh orang asing (non muslim). Karena masih ragu dengan maksud pertanyaan Saidi Palindih maka kamipun menjawab “Tidak duhai engku, bagaimanakah ceritanya?”

“Kami tiada pula faham ceritanya, kami baru baca dari internet perihal kisah tersebut..” jawab Saidi Palindih

“Marilah awak cari pula engku, mana alamat situsnya?” tanya kami, dan Saidi Palindihpun memberikan alamat situs yang sedang dibacanya.

Terdapat empat orang manusia abadi itu ialah Nabi Idris, Nabi Khaidir, Nabi Ilyas, dan Nabi Isa Alaihissalam. Keempat orang itu lahir sebelum masa kelahiran dari nabi kita Muhammad SAW. Mereka sama-sama mendapat anugerah dari Allah Ta’ala dengan ditundanya waktu kematian mereka, dua orang diantara mereka yakni Nabi Idris dan Isa AS  yang hidup di atas langit sedangkan dua orang lagi yakni Nabi Khaidir dan Ilyas AS yang ditempatkan di atas bumi di tempat yang dirahasiakan oleh Allah Ta’ala.

Kami baca terus tulisan tersebut, serupa dongeng saja, dikisahkanlah bahwa Nabi Ilyas AS pada suatu ketika didatangi oleh Malaikat Izrail, hendak dicabut nyawanya. Mengetahui hal tersebut Nabi Ilyas bersedih dan mengangis, mendapati keadaan yang demikian Malaikat Izrail bertanya kepada Nabiyullah tersebut “Mengapa engkau menangis duhai Nabi Allah..?”

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

“Tak tahulah awak sehingga bersedih hati awak ini..” jawab Nabi Ilyas.

Mendapati hal yang demikian Malaikat Izrailpun menukas “Apakah engkau mengis karena akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi mati..?”

Nabi Ilyaspun menjawab “Tiada yang awak takuti selain tiada dapat lagi berzikir dan beribadah kepada Allah Ta’ala sedangkan manusia yang masih hidup diperkenankan untuk terus berzikir dan beribada…”

Maka turunllah wahyu Allah Ta’ala kepada Malaikat Izrail yang memerintahkan menunda mencabut nyawa Nabi Ilyas guna memenuhi keinginan beliau untuk terus berzikir dan beribadah kepada Allah Ta’ala. Kecintaan beliau kepada Allah Ta’ala telah membuat hati beliau hancur tatkala maut hendak mendekat. Atas izin dari Allah maka beliau diperkenankan untuk terus berzikir dan beribadah kepada Allah “Biarkanlah ia hidup untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada Ku sampai akhir zaman nanti..” firman Allah kepada Izrail.

Manusia abadi kedua ialah Nabi Idris, beliau telah mendapat berkah dari Allah Ta’ala untuk mengalami mati dan kemudian hidup kembali, mengunjungi neraka serta melihat segala akibat dari perbuatan engkar manusia selama di atas dunia, serta memasuki syurga. Setelah masuk ke dalam syurga dan sadar akan disuruh kembali pulang ke dunia maka Nabi Idris meninggalkan sebelah sandalnya di syurga. Dengan tanpa dikawani oleh Malaikat Izrail maka kembalilah Nabi Idris ke dalam syurga. Begitu disuruh keluar kembali Nabi Idris menolak dengan alasan bahwa segala persyaratan hendak masuk syurga telah dipenuhi olehnya yakni merasai mati dan neraka, serta Allah Ta’a telah berfirman apabila seseorang telah masuk ke dalam syurga, sekali-kali ia tiada akan dikeluarkan lagi.

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Manusia abadi ketiga ialah Nabi Isa AS, menurut pandangan Islam, Nabi Isa diangkat oleh Allat Ta’ala ke atas langit dan ditempatkan pada suatu tempat yang pada Allahlah pengetahuan atas tempat itu ada. Namun menurut kepercayaan umat Nasrani berlainan, disalib dan mati kemudian dibangkitkan kembali dari kematian.

Terakhir ialah Nabi Khaidir yang legendaris, guru para wali, manusia sakti mandaraguna alias Manusia Super. Konon kabarnya beliau ialah anak dari sadara perempuan ibu dari Sulthan Iskandar Zulkarnain. Kehidupannya dipenuhi misteri, awal keabadian didapat oleh Nabi Khaidir setelah meminum Air Kehidupan atau dikenal dengan nama Ainun Hayat yang terletak di Bumi yang Gelap. Perihal letak ini sumber air Ainun Hayat inilah yang menjadi perbincangan kami dengan Saidi Palindih.

Bumi yang gelap itu terletak di tempat keluarnya matahari dan tepat berada pada arah kiblat “Mungkin tempat terbitnya matahari” kata Saidi Palindih, dengan segera fikiran kami tertuju kepada Jepang dan kawasan Asia Timur. Dua belas tahun lamanya pencarian Ainun Hayat yang dilakukan oleh Sulthan Iskandar Zulkarnain yang dikawani sepupunya Nabi Khaidir hingga mereka sampai ketepi Bumi yang Gelap. Didapati gelapnya bumi itu bukan seperti gelapnya malam melainkan memancar seperti asap.

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Mendapati kisah serupa itu Saidi Palindih berujar “Atau jangan-jangan kutub utara..” ujarnya “Bukankah pada masa-masa tertentu kawan tersebut gelap sepanjang hari dan terang disaat berikutnya. Bahkan malamnya lebih lama dari siangnya..?”

“Memancar seperti asap, serupa dengan Aurora, tapi Aurora ialah kilasan cahaya..” sergah kami.

Selama delapan belas hari atau empat puluh hari dalam versi yang lain lamanya Sulthan Iskandari Zulkarnain berkelana di bumi yang gelap tersebut. Namun sayangnya Perdana Menterinya yang juga sepupunya yang bernama Khaidirlah yang mendapat air keabadiaan “Yang manisnya lebih manis daripada madu..”

Demikianlah percakapan kami dengan Saidi Palindih, dasar tiada kerjaan, membuka internet disaat jam kantor..

 Baca juga:

https://salafytobat.wordpress.com/2008/07/08/4-nabi-yang-masih-hidup-khidr-ilyas-isa-dan-idris-as/

https://salmanfiddin.wordpress.com/2010/07/16/kisah-empat-nabi-yang-masih-hidup-sampai-sekarang/

http://id.wikipedia.org/wiki/Idris

Advertisements

One thought on “Empat Orang Manusia Abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s