Si Pongah

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Kami pernah mendengar dahulu sekali, entah seorang guru atau ahli pendidikan yang berujar “Seorang anak yang nakal dan suka mencari perhatian, merupakan pertanda bahwa anak tersebut kurang mendapat perhatian di rumah..”

Demikian pula kami amat-amati, seorang yang keras dan kasar ketika berhadapan dengan masyarakat, di rumah ia menjadi pribadi yang lembut. Demikian pula sebaliknya kalau ialah lemah-lembut dalam pergaulan, maka di rumah ia menjadi pribadi yang keras. Orang yang manis mulut dan pandai dalam bergaul, dalam hatinya menyimpan sesuatu. Mungkin dalam hatinya terdapat peti ataupun lemari untuk menyimpan sesuatu, baru tahu awak. Pertanda di rumah dia bermulut tajam..

Ada pula orang yang apabila bercakap dirinya hendak didengarkan, dibenarkan, dan dikagumi segala pendapatnya. Orang dengan kepercayaan diri tinggi bahwa kecerdasan intelejen atau kecerdasan intelektualnya berada di atas lawan berbicaranya atau pengetahuan umum, dan berbagai jenis pengetahuan lainnya telah dikuasai olehnya, tanpa terkecuali. Dengan mudahnya ia menganalisis suatu persoalan yang terjadi dari sudut pandang yang tidak pernah terfikirkan oleh orang lain – ada terfikirkan namun belum terkatakan, kalah cepat – sehingga menimbulkan ketakjuban dihadapan lawan berbicaranya. Pertanda di rumah dia kurang didengarkan, masih dipandang sebelah mata alias masih kanak-kanak yang tak patut bersuara.

Ditambah lagi orang-orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi serupa ini, mereka merasa telah berhasil dengan baik mengenali dan menggali potensi diri mereka dengan baik. Kefasihan dalam berbicara dan kemampuan dalam berlogika serta berdialektika menjadi modal utama. Walau tak jarang orang-orang dengan kedua kemampuan ini memiliki isi kepala yang kosong melompong, kalau tidak, mungkin terisi setengahnya. Buktinya orang-orang serupa ini pada masa sekarang banyak yang terkenal, digemari, dan dipuja.

Mengamini pendapat orang bagi orang-orang dengan kecerdasan sangat tinggi ini ialah suatu pantangan, mereka pasti akan menemukan suatu argumen untuk membantah pendapat tersebut. Harga diri mereka terlalu tinggi untuk membenarkan pendapat orang lain. Kalau berbicara  hendak mengajari, kalau berpendapat hendak menguliahi, demikianlah, mesti perbanyak sabar.

Jadi apabila engku-engku bersua dengan jenis orang serupa ini, kami sarankan untuk mengambil salah satu dari dua sikap berikut:

1. Mendiamkan, meanggap angin lalu, atau berpura-pura tidak mengerti, mereka pasti akan jenuh “Dasar orang-orang berpengetahuan rendah..” kata mereka. Atau mengangguk-angguk serupa kepala boneka yang terletak di dashboard oto, akan bergoyang apabila oto terguncang, maka jadilah engku boneka berkepala mudah lepas.

Jika sikap ini engku ambil maka orang-orang ini akan semakin merasa bahwa merekalah orang-orang terpilih dan tercerahkan di atas muka bumi ini. Kecerdasan mereka diberikan untuk mengayomi umat manusia, cis..

2. Melawan pendapatnya yang tiada bersesuaian, rebut kendali pembicaraan, dan buat dia terdiam. Langkah yang agak sulit karena kita setidaknya mesti memiliki kepandaian yang serupa dengan dirinya, sama-sama berada di tingkat yang sama, di kelas yang sama, di sabuk yang sama. Hal ini akan membuat engku-engku payah kalau engku merupakan seorang yang pendiam, hemat dalam berucap, dan tiada suka mencari persengketaan, seorang pecinta kedamaian. Maka biarkan saja mereka dalam kepongahan..

Namun demikian kedua jurus yang kami tawarkan sama-sama membuat kita makan hati tak pakai sambal apalagi nasi, kecuali bagi orang-orang yang tiada perasa, tiada ambil pusing kata orang Jakarta “Mati aja lo..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s