Where are you Bensin?

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Semenjak hari Ahad orang-orang telah mulai memekik “Minyak susah, kemana hendak dicari!?”

Pada hari Senin ini kami dapati beberapa tempat pengisian bahan bakar minyak masih tutup, persediaan mereka habis. Beruntung bagi yang telah mengisi penuh tangki bahan bakar mereka, bagi yang tidak, kalintang-pungkang keliling-keliling mencari bensin. Amper di oto kami telah lama merunduk, kami cemas akan semakin menukik. Adapun dengan oto buruk papa, tiada pakai amper, hanya pakai perasaan saja,  perasaan kami mengatakan bensin masih ada di tangki namun mungkin sudah dibawah setengah.

Tengah hari, pukul dua belas kurang, adik lelaki kami menelpon “Bilakah tuan terakhir mengisi bensin?” tanyanya.

“Sepekan yang silam, seratus ribu tuan isi..”jawab kami.

Tak berapa lama kemudian dia menelpon kembali, minta dibelikan bensin, oto tiada bertenaga karena tiada dapat bensin sebagai penyambung hidup. Maka giliran kami kalintang-pungkang mencari bensin. Oto merajuk untuk jalan di dekat kampus Universitas Muhammadiyah yang terletak di  jalan by pass Aur Kuning, tak jauh dari jembatan layang yang baru saja diresmikan oleh Wali Kota Bukit Tinggi. Iba hati kami  melihat adik kami tiada berdaya duduk di atas oto, hari panas berdengkang, di dalam oto tentulah lebih panas lagi. Kami ambil derigen lima liter yang ada di dalam oto dan segera berangkat “Tunggulah, tuan usahakan secepatnya dinda..” kata kami iba kepada adik kami.

Di kantor kami  meminjam onda Kasubag Keuangan, semula kami hendak menggunakan oto akan tetapi perasaan hati menyuruh meminjam onda. Benar saja, karena dua tempat pengisian bahan bakar minyak tak menjual minyak, habis. Sedangkan satu yang beroperasi di pusat kota ramai dengan kendaraan yang hendak membeli minyak. Apabila kami paksakan membeli minyak disini dengan derigen, pastilah kami akan kena picaruik-i maka dari itu kami putuskan untuk berkeliling mencari seliter bensin. Sebenarnya seliter tiada cukup untuk oto, paling sedikit lima liter.

Sambil berkeliling kota dengan onda plat merah kami berfikir dengan segala kepandiran yang ada pada kami “Bensin mahal tiada susah, bensin diturunkan harganya menjadi susah didapatkan. Kenapa dapat demikian? Sungguh aneh negeri ini..”

Untunglah kami lalu ke Gulai Bancah, disini kami mendapat bensin dari penjual bensin di Pertamini. Sungguh elok laku penjual bensin ini “Maafkan kami engku, harga bensin seliter ialah Rp.7.500 namu karena susah dan jauh tempat membelinya – sambil si rangkayo menyebutkan tempat membeli bensin – maka kami minta uang transportasi Rp.500,-..” ujarnya.

“Tentu saja rangkayo, berterima kasih banyak kami kepada rangkayo..” jawab kami.

Padahal pada sebagian besar tempat penjualan bensin eceran yang pernah kami temui tiada pernah menyebutkan hal yang demikian. Suatu kejujuran yang langka pada masa sekarang ini. Rp. 500,- adakah rangkayo ini beruntung dengan uang sebanyak itu?

Adik kami tengah duduk-duduk di dalam oto tatkala kami kembali, mukanya merah menahan panas dan kesal. Sungguh kami teriba, siapa hendak disalahkan? Amper oto buruk ini yang tiada jalan? mesin oto yang sekarang telah terlalu boros? pemilik tempat pengisian bahan bakar minyak yang “katanya kehabisan minyak mereka?”, atau orang yang tiada tahu apa-apa yang karena keberuntungan sedang duduk enak di kursi orang nomor satu di pusat republik sana?

Sebagian besar orang menyalahkan yang terakhir, namun hati kecil kami berkata “Dia tiada tahu apa-apa, pantaskah untuk disalahkan..?”

Ah.. ada-ada saja, tentulah sebagai pemimpin dia yang bersalah, kami tiada dapat memberikan alasan masuk akal untuk jawapan tersebut. Namun logika orang bodoh kami berpendapat demikian.

“Engkau kata engkau bodoh, memangnya dia tidak..?!” kami hanya dapat menahan kesal “Antahlah yuang..”

Advertisements

One thought on “Where are you Bensin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s