Kisah Si Meja

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Meja,  sangat banyak gunanya. Sebagai tempat meletakkan sesuatu seperti barang, sebagai tempat untuk menulis, sebagai tempat makan, sebagai tempat untuk bekerja, ataupun hanya sekadar hiasan.

Meja memiliki beragam bentuk, segi empat, segi panjang, bulat, segi tiga, dan lain rupa-rupa bentuknya. Namun kebanyakan meja yang kami temui ialah berbentuk segi panjang dan terbuat dari kayu. Sebenarnya meja tak selalu terbuat dari kayu, ada yang dari triplek, plastik, beton, kaca, dan lain sebagainya. Jumlah kakinyapun beragam, ada yang empat, tiga, dua, satu, dan lain sebagainya.

Meja beragam pula  jenisnya, ada meja belajar, meja tamu, meja kerja, meja makan, meja hias, dan lain-lain rupa.

Meja juga memiliki banyak arti, seperti meja guru berlainan bentuknya dengan meja murid walaupun sama-sama berkaki empat. Hal ini guna membedakan antara guru dan murid, sebab kalau sama pula meja guru dengan meja murid maka tiada bedalah mereka berdua. Namun sesungguhnya hal tersebut hanyalah khayalan belaka sebab yang membedakan guru dengan murid bukan mejanya melainkan isi kepala serta kedewasaan mereka dalam bersikap. Demikian pula antara meja induk semang dengan meja pegawai, berlainan pula bentuknya. Sebab kalau sama pula antara meja pegawai dengan induk semang maka orang akan payah membedakan yang mana induk semang-yang mana pegawai. Bagaimana kiranya pendapat engku?

Jarang ada orang yang memakai meja sebagai tempat duduk, kecuali kanak-kanak yang belum dewasa dan mengerti perihal baik dan buruk. Namun apabila ada yang duduk di atas meja maka mereka akan duduk bersila atau menjuntai sambil menggoyang-goyangkan kaki yang tergantung. Ada juga yang menjadikan meja sebagai tempat bersandar, biasanya pinggul mereka akan tertumpu ke sanding meja dan kemudian terkentut “put..puuut..” demikian bunyinya.

Yang terakhir Cuma khayalan kami engku, jangan pula dimasukkan ke dalam hati.

Ilustrasi Gambar: Internet
Kursi Jenis Baru Ilustrasi Gambar: Internet

Kawan meja ialah kursi, tiada meja yang tak memiliki kursi kecuali beberapa saja. Meja dan kursi bagaikan dua sejoli yang tiada dapat dipisahkan. Namun ada juga meja yang tak memiliki kursi dan sebaliknya kursi yang tak memiliki meja. Meja yang tak memiliki kursi ialah meja hias, meja bedah, meja pemotongan hewan, meja billiard, meja ping-pong, meja Oshin, mejalah (majalah maksud kami) dan lain sebagainya. Sedangkan kursi yang tak memiliki meja ialah kursi taman, kursi tunggu, kursi listrik, kursi dokter gigi, kursi pesakitan (yang diduduki terdakwa di pengadilan), kursi tunggu, kursi santai, kursi goyang, kursi elektrik (yang dapat memijat sendiri), kursi mobil (jok mobil maksud kami) dan lain sebagainya.

Bagi beberapa orang, meja itu sangat penting nilainya. Bagi seorang murid yang tiada mendapat meja berarti dia belum terdaftar sebagai murid atau belum membayar uang masuk sekolah (sebenarnya tak mendapat meja karena jumlah murid melebihi jumlah meja). Apabila seorang pegawai tak mendapat meja maka itu tandanya ia ialah seorang pegawai pesuruh, sebab seorang pesuruh tak memerlukan meja, karena kena suruh tiap sebentar. Bagi anggota dewan apabila tak mendapat meja maka itu tandanya jumlah suaranya kurang dari batas minimal. Bagi orang yang hendak makan di rumah makan namun tak mendapat meja, maka itu artinya rumah makan itu penuh, jangan memesan jua sebab tiada berguna. Habis perkara..

Contoh meja yg tak membutuhkan kursi Ilustrasi Gambar: Internet
Contoh meja yg tak membutuhkan kursi
Ilustrasi Gambar: Internet

Meja dapat pula menimbulkan persengketaan serta tipu muslihat untuk mendapatkannya, pertama ialah meja yang dimaling maka engku dapat diadukan kepada polisi karena mengambil punya orang. Berikutnya ialah meja negara, meja ini hanya dapat dimiliki para pegawai negara yang telah memiliki NIP, bagi yang belum berarti harus meminta NIP kepada negara. Bagi yang sudah punya NIP tapi tak punya meja, perbanyaklah sabar dan perlapang saja hati (Hal serupa berlaku juga bagi yang belum punya NIP, sabar dan tabah serta berdo’a kepada Allah Ta’ala semoga diberi keadilan).

Demikianlah kisah Si Meja, untuk mendapatkannya dapat saja timbul perselisihan, tipu daya, sengketa, dan permusuhan. Sebab meja ialah pertanda, ada yang menjadikannya perlambang bagi kekuasaan, kelas tertentu, ataupun wibawa, entah mana yang betul. Namun bagi beberapa orang, tak bermeja tak apa-apa, itu tandanya kita tak dibolehkan kerja, jadi marilah kita pulang. Wassalam..

Tulisan ini Terinspirasi dari kisah isteri kami..

Advertisements

One thought on “Kisah Si Meja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s