Pagi, hujan, & macet

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Hujan mendera semenjak perak siang, berhenti sekejap untuk kembali mendera bumi dengan curahan rahmat. Pukul setengah tujuha lewat sepuluh kami berangkat ke kantor, undur sepuluh menit dari rencana kami semula. Jalanan lengang ketika kami berangkat dari rumah namun hanya jalanan ke arah kampung kami saja, begitu kami sampai di Simpang Guguak Bulek, macet telah mulai menghampiri. Kami heran, bukankah hujan-hujan begini semestinya orang lengang berlalu lalang di jalanan?

Kejutan demi kejutan menghampiri, di Sarojo macet sampai ke Simpang Surau Gadang by pass, kami langsung mendapati barisan oto yang panjang, sampai tiga kali mungkin kami mendapat lampu sirah (merah). Walau hujan, onda agaknya berkurang sedikit saja, menyalip di sela-sela oto. Begitu lepas kami kembali terhalang, ada oto yang berhenti menurunkan anaknya tak jauh dari rumah sekolah SD di Surau Gadang. Sungguh kami kesal sekali, lagi-lagi ketiadaan lahan parkir di kota ini.

Begitu sampai di Simpang Jirek kami tidak berapa lama menanti, hanya tiga oto di hadapan kami. Namun anehnya walau lampu dihadapan kami bewarna hijau namunkendaraan dari arah Bukik Ambacang semestinya berhenti, namun tidak, mereka jalan terus. Alah.. dasar tiada pandai bersabar, semua orang pagi ini pastilah tergesa-gesa semuanya, tidak hanya awak.

Barisan kendaraan yang tiada kalah ialah ketika berada di Simpang Tembok, kendaraan dari arah Kampuang Cino hendak arah ke Jirek, kendaraan yang berbelok dari rumah sakit Ahmad Muchtar yang kemudian bersua dengan kendaraan arah ke Jirek, serta kendaraan dari arah Jirek yang hendak berbelok arah ke rumah sakit Ahmad Muchtar, kami termasuk kelompok yang ketiga. Kendaraan menjadi terhenti bukan hanya karena ramai dan ketidak acuhan hendak mena’ati peraturan di jalan raya melainkan juga karena ada beberapa kendaraan yang parkir di tepi jalan yang ramai dilalui orang. Sungguh, tiada merasa bersalah orang-orang ini karena telah menyusahkan orang ramai pada pagi hari.

Kesaksian serupa juga kami dengar dari induk semang kami tatkala bercakap-cakap di kantor. Induk semang kami mengisahkan perjalanannya pulang mengantar anaknya pergi sekolah. Tatkala sampai pada salah satu kawasan, laju kendaraan terhenti total, beberapa orang keluar dari oto mereka, setelah diselidiki rupanya terdapat satu oto yang parkir di tepi jalan dan menghambat laju kendaraan pada satu arah “Apalah yang ada difikiran orang itu..?” keluh induk semang kami.

Macet mendera setiap persimpangan serta jalan yang terdapat sekolah di depannya. Singkat kata, jalanan di Bukit Tinggi pada pagi ini tersumbat alias macet, barisan kendaraan di Simpang Stasiun sampai ke simpang di hadapan kantor DPRD, begitu terlepas baru kami bernafas lega, merdeka..

Rupanya tidak hanya kami mengalami pengalaman tersebut, hampir seluruh kawan-kawan kantor mengabarkan hal yang serupa “Satu jam awak berjalan dari rumah ke kantor..” ujar salah seorang induk semang kami yang tinggal di Simpang Guguak Bulek. Adapun kami berangkat pukul setengah tujuh lewat sepuluh dan sampai di kantor pada pukul setengah delapan lewat sepuluh, satu jam. Biasanya paling lama kami berkendara dari rumah ke kantor ialah empat puluh lima menit dan paling cepat ialah tigapuluh menit.

Tidak hanya kantor kami, akan tetapi kantor-kantor yang lain pegawainya juga mengalami pengalaman yang sama. Rangkayo pemilik lepau tempat kami biasa makan sampai bertanya “Kenapa sampai macet jalan tadi pagi..!?”

“Entahlah rangkayo, kamipun heran, mestinya apabila hujan jalanan menjadi lengang..” jawab kami.

Saidi Palindih menjawab “Sebenarnya memang demikian apabila hujan engku, selalu macet jalan, entah kenapa..?”

“Mungkin sakit hati orang Bukit Tinggi, diperlihatkannya kayo mereka pagi ini..” sela rangkayo bergurau.

Dan tiba-tiba kami tersadar “O.. mungkin karena hujan maka beberapa orang memutuskan  memakai oto, makanya ramai jalan dan macet..” simpul kami. Demikian rupanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s