Palak Gaya Baru

Tukang Palak
Tukang Palak

Apabila hendak ke Padang dari Bukit Tinggi, kami selalu naik bus yang mengambil penumpang di muka SMU 3 di Aur Kuning. Dan setiap kali itu pula kami selalu mendapi seorang remaja lelaki dengan rambut yang tertata dengan gaya terbaru serta pakain rapi dan up to date. Remaja lelaki tersebut mungkin berumur akhir belasan dan awal dua puluh tahunan, tak peduli bus kosong atau penuh dia akan membagi-bagikan secarik kertas, kertas tersebut merupakan hasil fotokopi agaknya. Tertulis di kertas perihal permohonan bantuan uang demi menghidup dirinya serta keluarga.

Telah lama kejadian ini kami dapati, bahkan dahulu ketika kami masih kuliah dimana angkutan ke Padang masih menggunakan bus besar, kerap kami dapati orang-orang muda – kalau tak hendak dikatakan pemalas dan mati karancakan serta telah putus urat malunya – membagi-bagikan secarik kertas yang isinya kurang lebih serupa.

Namun kali ini kejadian berbeda kami dapati, si remaja nan staylish ini agaknya bukan sekadar meminta. Tatkala orang yang diminta tak hendak memberikan uang maka ia akan mengumpat, terutama kepada perempuan. Kepada kami dia belum pernah, hanya sekali terakhir dia menatap menantang kami. Ketika dia hendak membagikan kertas langsung kami tolak, makanya dia marah. Bahkan engku-engku yang duduk di sebelah kami ikut pula kena umpat.

Si engku agaknya terkejut “Kalau dicarinya kerja, lebih berkah daripada meminta-minta serupa ini. Awak masih muda dan kuat..” kata si engku sambil menoleh kepada kami.

Agaknya si engku ini baru sekali ini mendapati kejadian ini “Sudah sering engku..” jawab kami “Hampir setiap kami hendak ke Padang selalu bersua dengan dia. Sepekan yang silam dia bercarut kepada seorang perempuan yang tak hendak memberi dia uang..” jelas kami.

Si engku hanya tersenyum “Serupalah dengan memalak ini namanya..”

Kami hanya tersenyum sedih, sungguh gelap nasib generasi muda di negeri ini. Demi memenuhi hidup penuh gaya, hedonisme, seorang anak berani meminta-minta. Dan sayangnya meminta-minta tak pakai otak, dengan pakaian penuh gaya serupa itu hanya orang pandir yang hendak memberi dia uang.

Semoga kami dan keluarga dijauhkan dari perkara-perkara yang demikian, Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s