Naik..naik..;-(

Ilustrasi Gambar; Internet
Ilustrasi Gambar; Internet

Harga minyak telah dinaikkan oleh pemerintahan yang baru, banyak orang yang tak senang dengan kebijakan pemerintah ini sebab menurut pandangan sebagian besar orang, kenaikan harga minyak akan menyebabkan harga-harga lainnya akan juga ikut naik. harga minyak dinaikkan sebanyak Rp.2.000,- rupiah, kecil memang namun akibatnya tak sekecil kenaikan harga dari Rp.6.500 menjadi Rp.8.500,-.

Yang membuat kami heran ialah, pengumuman kenaikan harga minyak ini dilakukan tiba-tiba yakni pada Senin malam dimana dalam pengumuman oleh presiden tersebut BBM resmi naik terhitung pukul 00.00 WIB tanggal 18 yang artinya esok hari. Memang kabar perihal kenaikan harga minyak ini telah lama beredar namun tanggal pasti belum diumumkan, oleh karena itu yang ada hanyalah kicauan menentang belaka. Lain pasal apabil diumumkan tanggal pastinya, tentulah banyak orang yang akan demo, mungkin ini maksud dari sang penguasa tersebut yakni untuk menghindari demo.

Namun agaknya taktik yang ditempuh tak sepenuhnya berhasil sebab hari-hari selepas pengumuman tersebut dipenuhi dengan berbagai bentuk demonstrasi menentang kenaikan harga minyak tersebut. Disinilah kegunaan dari alat propaganda yakni media,  mereka harus menyampaikan yang baik-baik saja perihal kebijakan pemerintah ini. Terkenang kami akan efek dari Stockholm syndrome yang dikemukakan oleh Joseph Goebbels.

Ramai orang di ranah maya memberi Salam Gigit Jari dan Salam Dua Ribu kepada pemerintah yang sekarang beserta para pendukungnya. Adapun dengan para pendukung pemerintah sekarang terlihat tenang dan tetap memberikan dukungan kepada idola mereka. Bagi mereka yang tidak mendukung kenaikan harga minyak ialah provokator atau ada yang lebih keras dengan mengatakan setan segala. Kami hanya senyum-senyum saja, kata orang bijak: penilaian kita terhadap orang lain mencerminkan kualitas diri kita sendiri. Apabila orang lain kita panggilan dengan panggilan setan, maka orang yang memanggil tersebut sesungguhnya setan juga. Na’uzubillahiminasyaithanirrajim..

Pernah kami bercakap-cakap dengan salah seorang penyokong pemerintahan sekarang, dia kata “Subsidi BBM itu ialah orang kaya saja yang menikmati, coba engkau tengok sesiapa saja yang memiliki oto* mewah itu?! orang kaya bukan?!”

Kami hanya tersenyum saja “Benar engku, namun engku lupa, angkutan umum, onda,** serta mesin-mesin yang berbahan bakar minyak yang diperlukan untuk kebutuhan kehidupan ini dimiliki oleh rakyat yang tak sekaya orang yang memiliki mobil  mewah. Coba engku tengok, di negeri kita, antrian onda jauh lebih panjang apabila kita bandingkan dengan antrian oto..” jawab kami.

Si engku ini rupanya tiada suka, kami disanggah dan disanggah terus sehingga akhirnya jawapannya tak lagi fokus, kami diamkan saja. Si engku ini rupanya orang berduit, sehari-hari datang ke kantor dengan mengendarai oto Honda Jazz warna hitam miliknya. Kepekaan, rasa tenggang-menenggang, serta raso jo pareso memang telah menipis dalam kehidupan masyarakat kita sekarang.

Banyak muncul gurauan yang kami dapati di ranah maya seperti sebuah gambar yang menampilkan sepasang suami isteri dimana si isteri berkata kepada suaminya “Tuan, minyak telah dinaikkan pemerintah harganya..” lalu dijawab oleh si suami “Tenang dinda, uang belanja tuan naikkan sebanyak Rp. 2.000,-” kami tersenyum saja melihatnya.

Rupanya kenaikkan tarif angkutan umum berlain-lain, salah satu angkutan umum di kota kami, apabila kami naiki maka kami akan kena tarif Rp.2.500,- namun tatkala kami naiki hari Jum’at yang lalu kami dikenakan tarif Rp.3.000,- “Tidak Rp.4.500,- rupanya kami kena bayar.

Ilustrasi Gambar; Internet
Ilustrasi Gambar; Internet

Itu untuk angkutan dalam kota, untuk angkutan antar kota kami biasa membayar Rp.18.000,- dari Bukit Tinggi menuju Padang, pada hari Jum’at tersebut kami kena Rp.23.000,- kami hanya tersenyum saja Rp.5.000,- kenaikannya rupanya. Kami belum tahu perihal harga-harga lain, tidak terlalu mengikuti.

Memanglah payah apabila kita bergantung kepada bensin dan solar, beginilah jadinya, segalanya akan ikut naik apabila tarif kedua jenis bahan bakar tersebut ikut dinaikkan. Lain perkara kalau bensin dan solar tidak begitu mendominasi kehidupan kita.

Semoga kita semua dapat menghadapi dan menjalani cobaan ini dengan baik, jangan pernah putus-putusnya berdo’a dan berharap kepada Allah Ta’ala. Jangan pernah putus harapan kita, pelihara ia, karena apabila kita telah kehilangan harapan maka itu pertanda kita telah kalah. Harapan tersebutlah yang diusahakan oleh musuh-musuh kita – musuh-musuh Islam – untuk dipupuskan. Dengan segala daya, terutama dengan bantuan media massa yang kebanyakan telah mereka kuasai di republik ini.

*Mobil

**Sepeda Motor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s