Kanak-kanak & Ombak

Kanak-kanak bermain ombak
Kanak-kanak bermain ombak

Tak peduli derasnya ombak, tak dihiraukan mendungnya hari, yang ada di hati ialah kesenangan belaka. Berlari, berteriak, berenang, dan tertawa terbahak-bahak. Tak peduli hari yang mendung, nan terasa di hati ialah hendak bermain dengan ombak, berkejaran dengan kawan sebaya, atau berbuat berbagai kenakalan lainnya.

Kanak-kanak ini kami dapati pada salah satu pantai di Kota Padang, pada mula kami tampak mereka sedang mandi-mandi di dekat sepasang kekasih yang tiada punya malu. Tentulah kanak-kanak ini menikmati pula pemandangan gratis akan tubuh si perempuan yang walaupun berpakaian tapi sudah serpa bertelanjang saja. Selepas sepasang kekasih itu berhenti mandi dan pergi dari pantai ini, merekapun beranjak pula.

Terkenang kami akan masa nan lalu, apabila kami pergi bertandang ke Kota Padang ini maka kami akan bermalam di Pasri Jambak, di rumah isteri mamak kami. Dari rumah beliau terdengar suara ombak, suara tersebut akan semakin keras apabila malam. Di malam-malam pertama menginap kami sering terjaga dikarenakan deburan ombak.

Setiap hari yang ada di kepala kami ialah mandi ke laut, pagi, tengah hari, dan petang hari. Sehingga beberapa hari di Padang saja telah membuat kulit kami yang coklat menjadi lebih coklat atau malah hitam “Kenapa hitam engkau pulang dari Padang?! Mandi-mandi sajakah kerjakah engkau di Padang itu..?!” tanya ayahanda kami ketika kami telah balik ke Kamang kampung kami.

Serupa dengan kanak-kanak ini perangai kami, pernah pada suatu ketika mamak kami mengajak kami (beserta anak-anaknya tentu) selepas shalat subuh untuk pergi jalan-jalan ke pantai. Pada waktu itu masih kami dapati lampu-lampu berkelap-kelip pada kapal-kapal nelayan yang ada di tengah laut sana. Demikian pula dengan ombak yang masih pasang. Sedangkan berbagai binatang laut masih bersembunyi disarang mereka, sarang yang mereka gali pada pasir di tepi pantai. Pernah pada suatu ketika kaki kami hampir dijepit oleh kepiting.

Sungguh kami rindukan masa-masa itu, ada orang yang sedang lari pagi, ada jua kanak-kanak yang bermain-main serupa kami, ada para pedagang makanan yang berdagang menanti para nelayan pulang, ada orang-orang yang menanti nelayan guna membeli tangkapan mereka yang masih segar, dan lain sebagainya.

Entah bila kami rasakan kembali masa-masa itu, tiada akan pernah agaknya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s