Roman Sang Penerjemah

Gambar : Internet
Gambar : Internet

Semulanya kami ragu tatkala melihat buku ini di sebuah kedai buku kepunyaan jaringan toko buku terbesar di republik ini “Hendak dibeli atau tidak ya..” Apalagi tatkala membaca rangkuman isi roman pada kulit bagian belakang buku ini, agak kurang tertarik kami dibuatnya.

Namun kemudian kami memutuskan untuk membelinya jua setelah terpikat pada gambar bagian muka kulit buku ini. Telah lama kami jatuh cinta kepada Negeri Eropah yang kaya akan peninggalan bangunan bersejarah mereka. Hal ini ditambah dengan keadaan musim dingin yang digambarkan pada gambar pada kulit buku tersebut, seorang perempuan berjilbab menggenakan mantel bewarna kuning berjalan di jalanan salah satu negeri di Eropa yang bersalju, sementara itu putihnya salju yang serupa kapas tengah turun menyelimuti Negeri Eropa ditambahi dengan latar langit biru muda yang menawan.

Novel ini mengisahkan perihal seorang perempuan bernama Sammar yang menjadi penerjemah pada salah satu universitas yang berada di Negeri Skotlandia. Novel ini berangkat dari kisah pribadi dari Rangkayo Sammar yang merupakan seorang janda dengan seorang anak lelaki. Anak lelakinya semenjak kematian dari suaminya dipelihara oleh mertuanya yang juga maktuonya (bibi) di kampung halamannya di Negeri Sudan yang terletak sebelah selatan Negeri Mesir.

Kisah Sammar di perantauan bergelut antara perasaan hammpa kehilangan suami yang teramat dikasihi dengan perasaan cinta yang perlahan-lahan muncul di hatinya. Sebagai seorang perempuan diapun membutuhkan akan belaian kasih sayang seorang lalaki. Namun ada halangan dalam memperjuangkan perasaan ini, menurut kami Rangkayo Sammar patut menjadi teladan bagi setiap muslim terutama muslim yang ada di negeri ini, negeri yang perlahan-lahan menjadi sekular.

Rangkayo Sammar jatuh hati kepada seorang lelaki yang merupakan propfesor pada universitas tempat dia bekerja. Seorang dosen yang menjadi kawannya dalam bekerja sebagai penerjemah, Rae Isles namanya. Seorang Islamolog dan ahli politik Timur Tengah, dan dia bukanlah seorang muslim.

Islam melarang seorang perempuan muslim menikah dengan kafir (non muslim) namun Golongan Munafiqun dalam tubuh umat Islam banyak yang membenarkannya dengan dalih toleransi. Tidak demikian dengan Rangkayo Sammar yang tak hendak menikah dengan lelaki kafir “biarlah hidup menjanda daripada menikah dengan orang kafir..”

Sang Penulis
Leila Aboulela Sang Penulis

Perjuangan yang dihadapinya, pergulatan dengan perasaan, hubungan dengan orang di sekeliling, dan kekosongan dalam dirinya akibat dahaga akan kasih seorang lelaki tiada dia dapat telah menyebabkan dirinya kehilangan semangat hidup. Namun Allah Ta’ala tiada sia-sia dengan hambanya yang beriman, Nikmat Allah selalu mendatangi orang-orang yang bersabar.

Roman ini disampaikan dengan cara yang tak biasa, agak payah kami pada mulanya dalam memahami setiap rangkaian cerita yang disampaikan pengarang. Gaya berkisah yang bolak-balik dimana setiap kejadian yang dialami tokoh utama dalam roman ini mengantarkannya kembali ke masa silam yang pahit.  Kehidupan seorang perampuan, penilaiannya, dan lain sebagainya disampaikan dengan sangat baik, setidaknya membantu bagi seorang lelaki seperti kami dalam memahami seorang perempuan.

Bagi beberapa orang roman ini pastilah menyebalkan karena akhir dari roman ini sendiri yang tidak menggambarkan secara jelas akhir dari kisah Rangkayo Sammar. Namun bagi penikmat roman (sastra) tentulah tidak demikian.

Satu hal yang membuat kami sangat menyukai roman ini, sepertinya roman ini mengambil setingan waktu tahun 1990-an dimana pada masa itu hape belumlah merajalela serupa sekarang. Dalam berhubungan kedua tokoh utama dalam roman ini menggunakan telfon yang dipakai bergilir. Sungguh indah sekali membayangkan keadaan pada masa tahun 1990-an tersebut, dimana hape belum ada. Surat masih menjadi sarana komunikasi utama selain telfon dimana pada masa sekarang suarat pribadi sudah menjadi langka. Yang sering kita dapati ialah surat resmi semacam undangan, teguran, dan beragam jenis surat resmi lainnya.

Demikianlah pandangan kami akan roman ini, selamat menikmati..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s