Sales rokok ke kantor kami

Salah seorang sales yang datang ke kantor kami
Salah seorang sales yang datang ke kantor kami

Telah beberapa pekan ini kami dapati para perempuan muda, berpakaian serba hitam dengan rok mini selutut, solekan dikulit wajah mereka merayu setiap lelaki yang memandangnya. Kami yakin para perempuan ini belumlah menikah tapi punya pacar tentulah ada, tinggi mereka antara 165-170 cm, memakai kaus kaki ata stoking yang panjangnya sampai melebihi lutut serta sebuah tas disandang dibahu kiri ataupun kanan mereka. Biasanya mereka berkelompok 4-5 orang, berjalan-jalan keliling Kota Bukit Tinggi.

Adakah mereka engku temui di tempat engku berada?

“Engku rokoknya merek apakah?” tanya salah seorang dari mereka dengan senyuman memikat kepada kami tatkala rombongan para gadis molek ini menyinggahi kantor kami di kawasan Belakang Balok di Kota Bukit Tinggi.

Dengan tersenyum kami menjawab “Awak tak merekok encik..” tatkala berpapasan di bagian depan kantor kami.

Selepas mendapat jawapan demikian, si gadis langsung menyusul kawan-kawannya yang terus berjalan tatkala si gadis menyapa kami. Salah seorang dari mereka rupanya tertinggal di luar, sedang khusyuk mengerahkan segala jurus rayuan yang dimilikinya kepada salah seorang kawan kantor kami yang kebetulan sedang tegak-tegak di luar kantor. Kami hanya tersenyum mendapati keadaan yang demikian “Panjual (sales) rokok agaknya encik-encik ini kiranya..?”

Beberapa bulan yang silam pernah pula sales dari merek rokok yang sama datang ke kantor kami, menawarkan produk terbaru dari perusahaan rokok mereka. Dan sekarang diulangi kembali oleh mereka, panjang agaknya masa promosi mereka ini. Kami hanya tertawa dalam hati “Manalah kan mau orang membeli rokok isi 16 dengan isi lebih sedikit namun selisih harga dengan bungkus rokok yang isi 24 tak berapa..”

Seorang sales sedang merayu agar jualannya dibeli
Seorang sales sedang merayu agar jualannya dibeli

Tatkala kami masuk kembali ke dalam kantor kami dapati para gadis ini telah membagi-bagi wilayah “wilayah serangan” mereka terdapat tiga kelompok meja dan tiga ruang kerja di kantor kami. Salah seorang kawan kami kami rupanya sedang dibujuk oleh salah seorang sales agar mau membeli rokok dagangannya. Dan memang akhirnya kawan kami ini membeli jua rokok yang ditawarkan si gadis  nan molek ini, tentunya setelah percakapan yang panjang antara mereka berdua.

Selepas para gadis ini pergi salah seorang kawan menggoda kawan kami yang membeli rokok tersebut dengan gurauan “Termakan jua engku dengan rayuan dari encik penjual rokok tadi ya..?” sambil tersenyum lebar.

“Ah.. manalah itu, awak hanya membantu si encik menjual barang dagangannya..” sanggah kawan kami tersebut.

“Haha.. tak usah berdustalah engku. Kalau awak, awak diamkan saja mereka itu..” tambahnya.

“Awak hanya menolong si encik itu, kasihan dia karena bekerja memakai target, kalau tak sampai target mereka itu maka mereka akan merana dibuat oleh perusahaan tempat mereka bekerja..” bela kawan kami.

Kemudian dia melanjutkan “Ah.. pakai ditanya pula nomor hape awak, tatkala awak tanya balik nomor hapenya tak hendak diberikan..”

Kamipun tersenyum dalam hati “Manalah mau dia kena ‘teroror’ oleh engku dan bisa bersiharak* pula si encik itu dengan pacarnya nanti..”

Sesungguhnya kami kasihan kami dengan para encik tersebut, kecantikan dan kemolekan tubuh mereka dimanfaatkan (eksploitasi) oleh para kapitalis untuk mendapatkan untung belaka. Berjalan keliling kota setiap hari, kena panas dan hujan, mendapat tatapan aneh dari setiap orang, menjadi tontonan, belum lagi badan mereka yang penat-penat dibuatnya. Namun agaknya orang sekarang meanggap biasa dan wajar kejadian serupa ini pada masa sekarang, sungguh sangat menakutkan apabila “perkara yang tidak patut menjadi wajar dan patut dipandangan masyarakat.

*Bertengkar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s