BEMO, kenangan akan diri mu..

Bemo pada salah satu jalan di Kota Padang.
Bemo pada salah satu jalan di Kota Padang.

Becak Motor (Bemo)

Pada suatu ketika kami berjalan dengan isteri kami pada sebuah jalan di hadapan Kedai Gramedia sekarang di Kota Padang. Ketika itu tampak oleh kami di sebarang jalan sebuah Bemo berhenti parkir, tiada tahu kami siapa gerangan pemiliknya. Kami terkejut dang segera mencoba untuk mengabadikan momen ini dengan mengambil gambar dari Sang Bemo. Takut-takut juga kami dalam mengambil gambar, takut kena hardik, sebab kami kan berjanggut “Hoi.. teroris, Bemo pula yang hendak engkau ledakkan sekarang..!!”

Memandangi Sang Bemo membuat kami terkenang akan masa nan telah berlalu. Si Tua Bemo di tengah-tengah derasnya perubahan kehidupan orang masa sekarang. Angkutan ini telah tiada lagi dipakai oleh orang sekarang, tinggal untuk dikenang saja lagi. Kanak-kanak sekarang mana tahu Kisah Si Bemo, sama dengan kami yang tiada mendapati Mak Itam (Kereta Api) meraung-raung membawa penumpang dari Bukit Tinggi ke Padang.

Bemo, kendaraan yang telah tiada lagi tampak di jalanan kita pada masa sekarang
Bemo, kendaraan yang telah tiada lagi tampak di jalanan kita pada masa sekarang

Dahulu semasa kanak-kanak kami pernah naik bemo bersama bunda kami, kami tiada ingat berapa kiranya umur kami ketika itu. Seingat kami, apabila berjalan ke Pasar Bukit Tinggi bersama bunda maka tangan kami masih dipegangi oleh bunda “Takut Si Buyung ini akan hilang..”

Seingat kami, kami naik Bemo dari arah Janjang Gudang arah ke Yarsi. Kami masih ingat ketika itu ada seorang anak SMP yang turun dari bemo di hadapan “Penjara Si Midun..” Kami masih ingat bunda kami berkata kepada kami “Buyung, engkau tengok itu, kakak itu – anak perempuan itu – berani pergi sendirian..”

Kami diam saja, namun kami heran karena manapula kami – yang entah sudah SD atau masih TK – dapat disamakan dengan anak SMP. Kami tiada ingat, sampai mana dahulu kami naik Bemo. Selepas itu kami telah jarang mendapati Bemo di Bukit Tinggi.

Bagaimana kiranya dengan tempat engku, rangkayo, serta encik sekalian? Masih adakah Bemo itu?

Catatan: Bemo berasal dari gabungan dua kata Becak dan Motor. Kendaraan ini berasal dari Jepang, tepatnya diproduksi oleh Pabrik Daihatsu dengan nama Daihatsu Midget. Midget berarti Kerdil. Mulai beroperasi di Indonesia semenjak tahun 1962, semenjak tahun 1971 kendaran ini mulai dicoba untuk dihapuskan namun pada beberapa kota di Indonesia Bemo masih tetap dipertahankan.

BEMO

Bemo came from the word “Becak” and “Motor” in Indonesia, Becak was the kind traditional transportation from Java. Bemo originally came from Japan, produce by Daihatsu (The Toyota Company) since 1962 until 1970’s (Jakarta & cities in Java Island), for several city in Indonesia Bemo still use until 1990’s and 2000’s.

Bemo was unic transportation in Indonesia who never longer exist..

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s