Se-salah orang, awaklah nan salah..

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Hari Sabtu nan lalu kami bersama isteri membeli sebuah modem pada sebuah kedai komputer, modem lama isteri kami telah rusak oleh karena itu mesti diganti dengan yang baru. Alangkah senangnya hati isteri kami karena mendapat modem baru yang dapat ditukar kesingnya serta memiliki kabel tambahan untuk modem guna mengatasi modem cepat panas. Namun sayang ketika itu kami tergesa-gesa sebab sumando kami menanti di atas oto, modem tiada diuji terlebih dahulu apakah baik atau tidak.

Tatkala kami coba di rumah, alangkah terkejutnya kami, modemnya tiada dapat dipakai, ada kode yang harus dimasukkan dan kami tiada faham kode tersebut. Sumando kami menyesali kakaknya; kenapa tiada diuji di kedai tersebut dahulu. Pada hal kami ketika itu sedang tergesa-gesa..

Esok Ahad kami pergi kembali ke kedai tersebut guna memintakan tolong agar dicobakan modem baru ini. Dengan pandangan mencemooh si engku penunggu kedai – entah yang punya atau pegawai – berkata “Kenapa pula tiada dapat..?!”

Kami terangkan semuanya, kemudian si engku mencoba sendiri di notebook isteri kami. Selepas itu karena tiada dapat jua akhirnya ditukarnya kartu gsm, tiada dapat juga ditukarnya dengan modem yang sama, masih tiada dapat kemudian dicobakannya ke computer kedainya. Selepas itu dia berkata “Ditukar sajalah modemnya dengan tipe lain namun dengan kemampuan yang sama..!” Kami hanya diam saja “Barang baru ini tiada faham awak dibuatnya..” tambahnya.

Lalu diambilnya modem baru “Dengan yang ini saja ditukar ya engku..” katanya kepada kami. Kami hanya memberikan seutas senyum masam kepadanya.

Tatkala mulai meinstall aplikasi modem di notebook isteri kami, dia bertanya kepada kami “Windows 7 yang dipakai tipe Starter ya..?”

Kamipun menoleh kepada isteri kami “Belum pernah diinstall ulang semenjak dibelikan dinda..?” isteri kami menggeleng. Lalu kami jawab tanyanya “Ya, Windows Starter..”

“Seharusnya ditukar dengan jenis windows yang lebih tinggai..” katanya tanpa memandang kepada kami.

“Ya memang, sudah lambat jalannya, tiada mengapakah itu apabila diinstall ulang..?” Tanya kami.

“Tentulah lambat, kalau ada masalah dengan windowsnya maka aplikasi yang dijalankan akan bermasalah pula..” jawabnya sinis.

Selepas itu – sambil menanti proses meinstal selesai – dia berdiri dan melayani para pembeli yang tiada berhenti datang ke kedainya, menurut yang kami dengar, pada hari Ahad ini dia sengaja tidak memasukkan pegawainya. Dalam melayani kamipun dia agak lambat karena ada-ada saja yang datang menggaduh. Isteri kami telah sedari tadi meminta kami untuk pergi saja karena takut kami terlalu malam sampai di Bukit Tinggi, apalagi ibunda kami telah mesms tengah hari tadi agar jangan sampai malam tiba di Bukit Tinggi sebab yang akan menjemput ialah adik perempuan kami.

Isteri kami rupanya agak panas hatinya karena mendapat perkataan yang demikian “Padahal sudah dicobakannya ke komputernya tuan, sekarang notebook buruk dinda pula yang disalahkannya..” bisik isteri kami kepada kami. Kamipun tersenyum berusaha menenangkannya.

Selepas diinstal dan dicoba, maka usai sudah penantian kami yang hampir satu jam ini. Namun kami tiada beranjak dari kedai ini karena hendak meminta faktur pembelian yang baru. Si engku penjaga kedai yang melihat kami masih duduk ditempat semula berkata dengan gusar “Sudah engku, sudah selesai, sama harganya, apa lagi..?”

Kamipun menjawab dengan senyuman “Fakturnya kalau dapat yang barulah engku..”

“Mana fakturnya tadi, memangnya ada.!?.” tanyanya tanpa menurunkan suaranya.

“Ada di dalam kotak modem yang tadi..” jawab kami berserta isteri serempak sambil menunjuk ke arah kotak modem yang lama.

Diapun bergegas mencari dan mengembalikannya kepada kami, isteri kami memandang kepada kami “Bagaimana ini tuan..” mungkin itulah makna pandangannya.

Kamipun menjawab “Kita terima sajalah dinda, tuan tak hendak mencari penyakit. Malu awak, orang sedang banyak di kedai ini..” dan kamipun berlalu dari kedai tersebut.

Pada kejadian ini kami mendapat pengajaran: kalau membeli barang, hendaklah diuji/dicobakan/dites di kedai tempat membelinya. Apabila telah dibawa pulang nanti kita yang disangka merusakkannya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s