Kopi Gratis..

Dua gelas kopi yang dibagikan kepada kami dan salah seorang induk semang kami di Jum'at Pagi
Dua gelas kopi yang dibagikan kepada kami dan salah seorang induk semang kami di Jum’at Pagi

Hari Jum’at yang lalu ada yang khas (spesial) terasa oleh kami, tiada angin ataupun hujan ataupun patuih[1] dan gemuruh yang mendahului, kami di kantor mendapat jamuan kopi pagi dari salah satu merek kopi terkenal di negeri ini. Kami terkejut sekaligus senang karena memang pada waktu tersebut perut sudah meminta jatah hendak diisi.

Salah seorang kawan berkata memuji“Sungguh nikmat kopi pemberian dari encik[2]..”

Disambung oleh kawan yang lain “Memanglah yang gratis itu nikmat engku..”

Kami-kami yang mendengarpun mengulum senyum melihat tingkah kedua kawan kami tersebut. Si Encik hanya tersenyum malu “Memanglah demikian engku-engku..” mungkin demikian serunya dalam hati.

Salah seorang engkupun tak hendak ketinggalan “Sering-sering sajalah serupa ini encik..” katanya dengan nada menggoda. Muka Si Encik bertambah merah saja dibuatnya.

Apakah ini berkah dari Hari Jum’at? Kami tiada faham, semoga saja.

Memanglah kami faham bahwa pemberian ini tentulah ada maksudnya, hendak mempromosikan produk kopi mereka. Namun walaupun begitu, kami termasuk salah seorang penikmat kopi produksi mereka. Kami menganggap hal ini sebagai hadiah..

Kopi ini rupanya dibagikan kepada seluruh kawan-kawan kantor, apakah kantor yang lain juga mendapat rezki yang serupa? Kami lupa pula bertanya, hal ini mengingat karena kawasan tempat kantor kami merupakan kawasan perkantoran pemerintah di kota kami, juga ada salah satu sekolah kesehatan milik Kementrian Kesehatan di sebelah kantor kami.

Kisah kopi gratis ini rupanya bersambung hingga ke hari Sabtu esok, tatkala kami dengan sangat malasnya mengekori isteri kami sambil mendorong gerobak belanja pada salah satu Mall di Kota Padang, tiba-tiba kami dipanggil oleh salah seorang encik yang memakai seragam mereka salah satu produksi kopi di negeri ini. Mereka kopi yang mendatangi kami Sabtu ini berlainan dengan hari Jum’at kemarin. Si encik memanggil-manggil kami berdua karena melihat dalam gerobak belanjaan kami terdapat kopi yang dijualnya.

Si encik menanyakan nama isteri kami, alamat, serta nomor telpon, katanya untuk data. Isteri kami merasa cemas tatkala ditanya nomor hape, lalu kami bilang “Biar no hape tuan saja yang dicatatnya dinda..”

Selepas itu Si Encik menawarkan kepada kami “Mungkin Engku dan Rangkyo hendak mencoba kopi kami..?”

Isteri kami menggeleng sedangkan kami mengiyakan “Untuk perintang hari, perut awak agaknya telah minta jatah pula..” kata kami dalam hati.

Demikianlah kami mendapat dua kali kopi gratis dari merek kopi yang berbeda di kota yang berbeda pula. Bagaimana dengan engku-engku sekalian, adakah mememiliki pengalaman yang serupa dengan kami?

[1] Petir

[2] Kebetulan yang disuruh memberikan kopi itu ke kantor kami ialah seorang perempuan muda

Advertisements

One thought on “Kopi Gratis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s