Bahayanya jalanan pada saat ini

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Tersirap[1] darah kami tatkala mendengar kabar salah seorang kawan kami menabrak sampai mati dua orang Ahad yang silam. Masih terkenang di kami betapa hampir dua pekan yang silam masih bercakap-cakap dengan dia. Tak menyangka kami kalau sekarang dia sudah berada di dalam tangsi, betapa sedih hatinya, betapa susah hati isterinya..

Kawan kami ini serupa dengan kami, kurang lebih enam bulan masanya berumah tangga. Beriringan dengan kami menikahnya di akhir tahun yang lalu..

Kabarnya yang ditabrak ialah sepasang suami isteri yang berumur kurang lebih 50 tahunan. Iba pula kami dengan keluarga yang ditinggal, dalam satu kejadian kedua orang tuanya langsung meninggal. Tak terbayangkan oleh kami bagaimana perasaan keluarga yang ditinggal ini. Apalagi ini bulan puasa dan beberapa hari lagi kita akan memasuki Syawal pula.

Akan halnya dengan kawan kami ini, betapa malang nasibnya. Betapa berat hukuman yang menantinya, entah berapa tahun pula dia akan dihukum. Puasa ini dia akan menghabiskan masa di dalam tangsi, demikian pula hari raya nantinya. Bagaimana perasaan keluarganya, ibundanya, ayahandanya, isterinya, serta keluarga besarnya. Duhai kawan, malang nian nasib engkau..

Puasa ini sudah empat kecelakaan yang kami dengar terjadi di jalanan di propinsi ini. Sungguh perasaan hati kami ini tiada tenang, bagaimana pulakah nasib kami dijalanan? Semoga Allah Ta’ala selalu melindungi kami, keluarga, beserta orang yang ikut berjalan bersama kami..

 

[1] Terkejut, kaget

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s