Sahur..

Ilustrasi Gambar: http://voa-aswaja.blogspot.com/2012_07_01_archive.html
Ilustrasi Gambar: http://voa-aswaja.blogspot.com/2012_07_01_archive.html

Sudah banyak terdengar oleh kita orang mengadakan “berbuka bersama” namun sangatlah jarang kalau tak hendak dikatakan tak ada orang mengadakan “sahur bersama”. Padahal sangat dianjurkan bahkan lebih diutamakandalam agama kita untuk mengadakan “sahur bersama”.

“Mungkin karena banyak pertimbangan kenapa orang jarang yang mengadakan sahur bersama” jawab salah seorang kawan kami.

Mungkin demikian, karena amatlah susah bagi orang-orang untuk pergi bertandang selepas tidur guna menunaikan sahur bersama. Berlainan dengan saat berbuka karena orang-orang telah bersedia semenjak petang hari.

Terkenang oleh kami bahwa dahulu kami pernah jua melakukan sahur bersama “Sahur bersama kawan-kawan kos semasa kuliah dahulu..”

Tentulah demikian karena kami tinggal serumah masa itu, terdapat kisah yang pada masa sekarang menerbitkan rasa rindu dan kelucuan pabila dikenang. Beragam kelakuan kawan-kawan kami semasa dahulu tatkala bersahur, ada yang sahur pada saat tengah malam yakni sebelum tidur. Dimana sebagian kawan-kawan yang susah bangun perak siang memutuskan untuk tidur selambat mungkin guna mengadakan sahur. Tatkala kami sedang sibuk menyiapkan sahur, mereka malah tertidur pulas.

Kata salah seorang kawan “Bukankah yang demikian tak baik karena tidur selepas makan tak lah sehat, dapat mendatangkan penyakit..”

Ada pula yang mengakhirkan waktu sahurnya dengan dalih “Yang demikian merupakan anjuran nabi kita..” pada hal alasan sebenarnya karena sangat berat bagi mereka untuk bangun perak siang. Ada yang ketika waktu Imsak telah masuk tetap melaksanakan sahur karena “terlambat” bangun – dalih; mengakhirkan waktu sahur – dengan santai berujar “Imsak kan baru peringatan..”

Kami dan kawan-kawan yang lain gelak-gelak saja dibuatnya.

Ada yang cepat bangun dan cepat pula sahur selepas itu kembali keperaduan, padahal hanya tinggal menanti waktu Imsak dan Subuh. Tak jarang shalat subuh mereka menjadi melayang. Biasanya dahulu selepas Subuh kosan kami akan gelap dan lengang karena sebagian besar penghuninya kembali tidur. Padahal mereka sama-sama tahu bahwa tidur selepas sahur tak baik.

Adakalanya kami sekosan sama-sama tertidur hingga matahari sudah mulai mengintip di cakrawala, tamat sudah tak ada harapan untuk sahur. Sama-sama menahanlah sepanjang hari, orang sahur kita terlelap. Terkadang beberapa menit sebelum Imasak atau sebelum adzan Subuh. Berkejaran dengan waktu kami makannya.

“Tak baik makan cepat-cepat, lambat-lambat lah..” seru seorang kawan.

“Pendirian serupa itu tak berlaku dimasa genting, kita sudah hendak berperang, mesti cepat-cepat kalau tak hendak merana..” jawab yang lain.

Demikianlah kenangan kami tatkala sahur bersama dahulu. Engku-engku pastilah protes “Itu bukan menyelenggarakan sahur bersama namanya..!”

Memang benarlah engku, telah silap kami agaknya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s