Terkenang akan..

Sumber Gambar: http://sawahluntomuseum.wordpress.com/2014/02/07/kawasan-silo/
Sumber Gambar: http://sawahluntomuseum.wordpress.com/2014/02/07/kawasan-silo/

Kata orang kehidupan ini memiliki dua sisi, seperti hitam-putih, susah-senang, siang-malam, miskin-kaya, cantik-buruk rupa, pertemuan-perpisahaan, datang-pergi, dan lain sebagainya.

Tampaknya hal demikianlah yang akan kami alami beberapa saat lagi. Kami akan berangkat dari kota kecil yang bagi sebagian penduduknya menjemukan karena lengang, sedangkan bagi kami sangatlah tenang karena jauh dari riuh-rendah perkotaan. Kota tempat karir kami dimulai, kehidupan sebagai seorang pegawai diawali, tempat suka-duka kami hadapi. Kota yang telah lebih dari tiga tahun ini kami tempati..

Akhirnya masa untuk pergi datang jua, dahulu kami datang dengan segala harapan dan sekarang pergi dengan meninggalkan kenangan. Kota yang takkan pernah kami lupakan karena telah menjadi bagian dari tarikh perjalanan hidup kami.

Sungguh berat sangat hati ini tatkala menyadari bahwa kami akan pergi dari kota ini. Tiada lagi akan kami dapati jalanan yang lengang dan tenang. Penduduk yang renggang dan jauh dari hingar-bingar perkotaan. Karena kehidupan kami akan segera berganti menjadi hal yang sebaliknya.

Kami pernah mendengar orang berkata perihal kota kecil ini yaitu: kota ini ialah sebuah nagari (desa) yang maju. Mungkin beberapa orang  penduduk kota ini akan tersinggung atau marah mendengarnya. Bagi mereka mungkin sebuah hinaan namun bagi kami justeru sebuah pujian. Banyak orang di kota ini beranggapan bahwa “yang namanya kota haruslah ramai, tidak serupa keadaan sekarang di kota ini, lengang, terutama akhir pekan..”

Sumber Gambar: http://sawahluntomuseum.wordpress.com/2013/05/06/mari-berkunjung-ke-museum/
Sumber Gambar: http://sawahluntomuseum.wordpress.com/2013/05/06/mari-berkunjung-ke-museum/

Namun pendapat kami “memang demikian anggapan kita yang tinggal disini, namun berlainan anggapan orang yang datang. Kebanyakan orang kota sudah penat denga gaya hidup perkotaan yang ramai, bising, dan penuh sesak. Tatkala mereka datang mengunjungi kota kita, mereka justeru merasakan sebaliknya, ketenangan..”

Tiada tempat lain serupa kota ini di propinsi kami. Kalaulah tak demi keluarga, kami akan undur masa kepindahan kami..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s