Pindah..

Ilustrasi Gambar: Internet
Ilustrasi Gambar: Internet

Seorang kawan berkeluh kesah kepada kami, dia kata “Engku, baru saja saya dihubungi oleh fihak penjual rumah. Rumah yang kami minati telah berkenan dijual oleh pemiliknya..”

Dengan heran kamipun bertanya kepada kawan kami ini”Namun demikian engku, kenapa engku terlihat sedih dengan kabar tersebut? Bukankah sudah lama engku berminat hendak membeli rumah dan sekarang telah terkabul keinginan engku beserta isteri tersebut..”

Wajah muramnya tak jua hilang, sambil membuang muka kawan kami ini berkata “Memanglah benar demikian adanya engku, namun engku sendiri tahulah bagaimana kami ini. Sangat susah bagi kami untuk memulai pergaulan dilingkungan baru. Apatah lagi semenjak menanti kabar perihal rumah baru tersebut, alangkah gundah hati kami mengingat bahwa kami dan keluarga akan segera pindah dari lingkunga lama ke lingkungan yang baru. Seburuk-buruknya keadaan di lingkungan kami yang lama, belum tentu keadaan lebih baik akan berlaku di tempat baru..”

Kamipun tersenyum mendengarnya, memanglah benar demikian adanya. Sudah semenjak lama kawan kami ini berusaha mencari rumah baru satelah sebelumnya bersusah payah berhemat dan mencari tambahan penghasilan. Selama ini kawan kami ini tinggal di rumah sewaan yang cukup memuaskan keadaannya, hanya saja bukan milik sendiri, tentulah berlainan rasanya dengan kepunyaan sendiri.

Kawan kami ini sangat mudah kikuk apabila berhadapan dengan orang yang baru dikenalnya. Bagi orang-orang yang tak kenal akan siapa dirinya yang sebenarnya maka akan mudah mereka mengatakan kalau kawan kami ini orang yang angkuh lagi sombong. Bukannya tak hendak menyapa akan tetapi dia bersifat pengecil hati sehingga apabila sapaannya tak dijawab maka dia sakit hati dan takkan lagi hendak menyapa. Bukannya suka pilih-pilih dalam berkawan namun memanglah sudah menjadi tabi’at dirinya akan kikuk dan salah tingkah dan salah ucap apabila berhadapan dengan orang yang baru dikenalnya.

Kami tak tahu apakah semua itu ialah merupakan penyakit atau malah cacat pada dirinya. Namun memang demikian adanya, sudah semenjak lama mengidamkan rumah sendiri namun tatkala hendak dicapai dia menjadi berat. Berat berpisah dengan lingkungan yang lama, dengan para jiran. Apalagi di tempat baru dia harus memulai pergaulan yang baru dengan aturan dan ragam watak serta tabi’at orang yang berlainan pula.

Demikianlah kisah salah seorang kawan kami yang sedang gundah-gulana..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s